17 November 2019

Diskusi di Fisip UIN Jakarta: Pers harus Cerdas dan Obyektif dalam mengungkap kasus Setya Novanto dan Freeport

KONFRONTASI: Pers atau media harus cerdas, berani  dan obyektif dalam mengungkap secara  fair dan terang-benderang atas kasus Sudirman Said yang melaporkan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan Presiden Direktur Freeport, dimana  terungkap bahwa Novanto dilaporkan meminta saham dalam pertemuan di Jakarta itu.

Demikian pandangan Herdi Sahrasad, dalam diskusi untuk colloqium jurnalistik di Fisip-UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa Siang (24/11) dengan moderator Gunawan Muhamad, mahasiswa Ilmu politik Fisip UIN Jakarta itu. 

Herdi, pengamat politik Universitas Paramadina dan pengajar di Paramadina Graduate School of Communication menilai, pers dan media sosial sudah relatif  cerdas  dan obyektif dalam merespon kasus Freeport dan Setnov itu. Bahkan, media sosial jauh lebih berani ketimbang pers nasional, juga munculnya petisi yang mendesak Setnov mundur merupakan dampak dari dinamika media, katanya.

''Kita ingin MKD DPR secara transparan membuka terang benderang laporan Sudirman ke MKD sehingga publik tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bohong atau bersalah dalam kasus ini,'' kata Herdi. Menurutnya, masyarakat sadar bahwa kasus Freeport ini tidak hanya merugikan negara triliunan rupiah akan tetapi juga menginjak-injak kedaulatan Republik ini dan menindas rakyat Papua. (kj) .

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...