Dinkes Sumsel: Korban Meninggal Akibat DBD di Sumsel Bertambah jadi Empat Orang

Konfrontasi - Korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan bertambah satu orang yang meningal pada Jumat (1/2), sehingga total korban meninggal selama Januari 2019 sebanyak empat orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan Ferry Yanuar, mengatakan empat orang korban meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan dan Kota Lubuklinggau.

“Sudah empat orang meninggal, ini patut menjadi perhatian semua pihak untuk waspada,” kata dia di Palembang, Jumat (1/2/2019).

Dia mengatakan bukan hanya korban meninggal dunia yang bertambah, jumlah kasus yang ditemukan juga bertambah yakni total 442 kasus DBD dari 17 kabupaten kota di Sumsel. Penyebarannya di Ogan Komering Ulu 1 kasus, OKI 20 kasus, Muara Enim 26 kasus, Lahat 9 kasus, Musi Rawas 29 kasus, Musi Banyuasin 22 kasus, Banyuasin 42 kasus, OKU Selatan 6 kasus, OKU Timur 63 kasus, Ogan Ilir 29 kasus, Empat Lawang 7 kasus, Palembang 101 kasus, Prabumulih 28 kasus, Pagaralam 18 kasus, Penukal Abab Lematang Ilir 21 kasus, Lubuklinggau 15 kasus dan Musi Rawas Utara 5 kasus.

“Jika dibanding pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tercatat jumlahnya mengalami peningkatan. Pada 2018 tercatat hanya 200 kasus dan 2017 ada 165 kasus,” katanya.

Menurut dia, upaya yang sudah dilakukan, pemerintahan di tingkat kabupaten sudah bertindak sejak dikeluarkannya surat edaran dari Dinkes Provinsi Sumsel pada pertengahan tahun lalu. Surat edaran berisi imbauan agar pemerintahan di tingkat kabupaten bersiap menghadapi musim hujan yang biasanya menjadi masa paling rentan masuknya penyakit.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sumsel Menurut Mulyono biasanya peningkatan jumlah penderita DBD terjadi pada bulan November hingga April atau selama musim penghujan. Jika dilihat dari kondisi terkini, jumlah kasus DBD di Kota Palembang sudah menurun karena pemerintah gencar membersihkan lingkungan melalui program gotong royong.

Salah satu upaya konkrit lainnya yakni pemberantasan sarang nyamuk dengan meminta masyarakat menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk, ataupun menggunakan lotion anti nyamuk.

“Setidaknya dua ton larvasida dan insektisida yang disebar ke warga. Saat ini stok masih tersedia dan terus dibagikan,” kata dia. (akt/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...