20 June 2018

Dimotori Zaadit Taqwa, Mahasiswa Desak MK Batalkan 3 Pasal UU MD3

Konfrontasi - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa mewakili ratusan demonstran membacakan pernyataan sikap penolakan terhadap UU MD3 yang mulai berlaku hari ini. Zaadit bersama ratusan mahasiswa dari belasan kampus se-Jabodetabek dan Banten berdemonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Mereka menuntut MK mengabulkan gugatan uji materi atas UU MD3.

Setelah berorasi di jalan raya depan Gedung MK, ratusan mahasiswa memasuki halaman MK. Di halaman MK itulah mereka membacakan pernyataan sikap yang diwakili Zaadit.

Zaadit yang dikenal karena aksi kartu kuningnya ke Presiden Joko Widodo ini mendesak MK segera membatalkan tiga pasal dalam UU MD3. Ketiga pasal tersebut yaitu; Pasal 73 ayat 3 dan ayat 4 huruf a dan c, Pasal 1 dan 2 huruf k dan Pasal 245 ayat 1 UU MD3.

"Kami aliansi BEM seluruh Indonesia regional wilayah Jabodetabek dan Banten dengan tegas menolak implementasi pasal-pasal tersebut karena pasal-pasal tersebut bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi," jelasnya.

Sikap para mahasiswa ini, kata Zaadit, akan terus dikawal sampai MK mengabulkan tuntutan mereka dengan mengabulkan gugatan uji materi. "Itu adalah sikap yang akan kita kawal sampai UU MD3 benar-benar dicabut oleh MK," ujarnya.

Hari ini perwakilan mahasiswa juga mengajukan gugatan uji materi atas UU MD3. "Perjalanan kita masih panjang. Jangan sampai semangat kita kendor dan tetap pada barisan yang sama untuk bersama-sama tegakkan keadilan setinggi-tingginya di Indonesia," pungkasnya.

Setelah membacakan pernyataan sikap di teras MK, para demonstran yang memenuhi halaman MK keluar dengan tertib. Mereka berorasi di depan Gedung MK sejak pukul 13.00. Pada pukul 17.00, massa pun membubarkan diri dengan tertib setelah mengumpulkan sampah-sampah mereka. (mrdk/mg)

Category: 
Loading...