15 December 2019

Dhitta Putri Sarasvati, Dosen, Aktivis LSM dan Aktor Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika untuk Bangsa

KONFRONTASI- Dhitta Putri Sarasvati adalah sosok perempuan, dosen dan aktivis LSM penuh pengabdian bagi bangsa ini. Dia lulusan Teknik Mesin ITB dan pasca sarjana Universitas Bristol, Inggris. Bisa jadi, karakter itu mengalir dari sang ayah, Rizal Ramli, ekonom sekaligus negarawan yang kritis, yang tak segan mengeluarkan kritik pedas terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Pun sang ibu, Herawati Moelyono (alm), adalah seorang arsitek lulusan ITB dan Harvard University,  AS dengan banyak karya yang menginspirasi. Salah satu sumbangsih yang diberikan dosen matematika di Sampoerna University, Jakarta untuk bangsa ini adalah menggagas Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika (Gernas Tastaka) bersama beberapa kawannya. Dengan gerakan itu, Puti-biasa ia disapa-dan kawan-kawannya telah melatih ratusan guru di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Ambon, dan Tual selama satu tahun belakangan.

Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) semakin gencar melalukan pelatihan dan mentoring terhadap tenaga pengajar pada tingkat sekolah dasar atau madrasah. Tujuannya tak lain untuk merangsang kemampuan anak didik untuk berpikira bahwa Matematika bukanlha pelajarana menyeramkan.

Bersama dengan sejumlah temannya, sudah setahun belakangan ini Dhitta menggagas Gernas Tastaka untuk membantu proses pendidikan dan pengajaran matematika.

Gernas Tastaka melakukan berbagai kegiatan, termasuk di antaranya membantu guru-guru matematika agar bisa menyampaikan pengajaran matematika dengan efektif dan menyenangkan.

"Mereka sudah membantu ratusan guru matematika di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, juga di Sulawesi dan Ambon," ujar Rizal Ramli.

Image result for dhitta, luncurkan dua buku

Dalam peluncuran buku Dhitta pekan lalu, misalnya, sejumlah guru yang mendapatkan bantuan dari Gernas Tastaka menyampaikan testimony. Misalnya, seorang guru wanita dari Garut.

"Murid-murid saya biasanya selalu takut kalau saya masuk kelas. Untuk mereka matematika menakutkan. Tapi saya pakai metode mengajar matematika Mbak Puti. Kini mereka sekarang gembira, tidak takut lagi, justru asyik. Nilai pun naik," ujar guru dari Garut, Jawa Barat, itu.

Dhitta Puti, anak pertama pasangan Rizal Ramli dan Almh. Hera Ramli, adalah alumni jurusan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).

Image result for dhitta, luncurkan dua buku

Lulus dari ITB, ia melanjutkan pendidikan ke jurusan pendidikan Universitas Bristol, Inggris.

Mengenai putri keduanya ini, Rizal mengatakan, mengajar adalah panggilan jiwa Dhitta.

Ia masuk ITB semata untuk mengikuti jejak kedua orangtuanya. Sejak masih menuntut ilmu di ITB, ia kerap menyempatkan diri mengajar anak-anak usia sekolah dari golongan keluarga tidak mampu.


"I and your Mom are very proud of you," ujar Rizal di sela peluncuran buku

Gerakan ini muncul pada 10 November 2018, sejumlah kegiatan telah banyak dilakukan. Seperti melakukan pelatihan modul training of traniner (ToT) untuk calon fasilitator seluruh Jakarta, mengukur kompetensi murid madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) serta melakukan perkuliahan matakuliah Kapita Selekta di Universitas Indonesia

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...