15 August 2018

Demonstran di Istana Tolak Kabinet Transaksional Jokowi. Kabinet Harus Bersih dari Neolib dan Koruptor

JAKARTA- Gerakan massa dari Front Nasional Marhaenis Menggugat Kabinet Trisakti Gadungan melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014). Kabinet Transaksional  Jokowi ini dinilai mencekik  relawan Jokowi dengan Neoliberalisme dan transaksi ekonomi-politik yang kotor sekali. Tanda-tandanya jelas: harga BBM dinaikkan dan para Neolib, politisi medioker dan koruptor masuk kabinet Jokowi. ''Kaum Soekarnois dan Trisakti Soekarno mati di kandangnya sendiri, akibat adanya Neolib dan macan tutul yang masuk ke kandang banteng,'' kata aktivis GMNI, W. Janu .

Aksi ini berkaitan dengan protes mereka atas susunan kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pantauan Kompas.com, mereka membawa berbagai spanduk berisi berbagai aspirasi mereka dan harapan untuk kabinet Jokowi-JK yang bersih.

Misalnya, penolakan terhadap calon menteri yang masuk dalam daftar merah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka juga menolak susunan kabinet yang koruptif dan neolib.

Mereka menyerukan mendukung Jokowi-JK untuk pemerintahan yang bersih. Presidium Front Nasional Marhaenis Angga Yusuf, menilai dinamika penyusunan kabinet Jokowi-JK bersifat transaksional.

Menurut Angga, hal ini terlihat dari beberapa kali pengumuman kabinet yang seolah berlangsung tarik ulur.

"Dinamika penyusunan kabinet Jokowi-JK terkesan sangat transaksional. Ini mencerminkan adanya tarik menarik kepentingan," kata Angga.

Ia melihat, ada pihak tertentu yang seperti menghalang-halangi terbentuknya kabinet yang bersih pada pemerintahan Jokowi-JK. Menurut dia, Jokowi-JK tengah dikepung oleh kelompok yang ingin menggagalkan pemerintahan yang bersih.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...