Deklarasi Petisi Pilpres 2019: Mendesak TNI, Polri, BIN dan ASN Netral, Jujur dan Adil agar Beradab

KONFRONTASI- Sedikitnya 99 Jenderal Purnawirawan (Purn) TNI dan Polri  serta intelektual dan aktvidsi serta akademisi melakukan penandatangan petisi Pilpres 2019 yang netral, jujur dan adil. Perisi itu mendesak TNI, Polri, BIN dan ASN netral, jujur dan adil dalam pemilu/Pilpres 2019 ini agar beradab, tidak chaos, tidak rusuh..

Deklarasi digelar di kediaman mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Djayusman, Jl. Bangka IX No. 1 B, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Tampak hadir, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, dr Hariman SIregar, Dr Rizal Ramli, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Syafa'at, Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Nugroho Djayusman, dan Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Sofjan Jacoeb.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan djoko santoso, petisi

Komisisaris Jenderal Pol. (Purn) Sofjan Jacoeb mengaku sangat kwahtir dengan kondisi saat ini. Pasalnya, segala cara dilakukan oleh kubu petahana untuk memenangkan Pilpres 2019.

"Segala cara ditempuh mengunakan menteri, menggunakan Polri, BIN semua dia gunakan untuk memenangkan segala cara. Mari kita jaga suara-suara di TPS itu kuncinya," tegas Jacoeb dalam sambutannya.

Sementara mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Djayusman dalam menyampaikan isi petisi itu meminta agar aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan BIN untuk netral dalam pemilihan presiden nanti.

"Kondisi ini sangat menciderai prinsip daulat rakyat sebagai kekuasaan tertinggi dalam demokrasi untuk memilih presiden sebagai representasi kedaulatan rakyat itu sendiri," katanya.

Dirinya juga menyampaikan sebagai komunitas yang peduli terhadap suara rakyat dalam proses demokrasi, maka dirinya beserta kawan-kawan purnawirawan mengajukan petisi kepada pemerintah.

Pertama, mendesak netraliitas TNI, Polri, dan BIN dan semua aparatur sipil negara dalam pemeilihan presiden.

Kedua, mendesak agar seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di jaga oleh para prajurit TNI, Polri yang ikut berperan sebagai pengawal pesta demokrasi tahun 2019.

"Kepada semua pihak termasuk masyarakat luas agar melaporkan kepada Bawaslu dan pihak terkait lainnya, apabila mengetahui terjadinya ketidak netralan atau keberpihakan jajaran TNI, Polri, BIN dan aparatur negara lainnya demi menjamin jujur dan adilnya pemilu," tegas dia.

Sekitar 99 orang dari purnawirawan TNI dan Polri juga tokoh agama, tokoh masyarakat dan para akademisi bergabung bersama dalam petisi Pilpres yang netral, jujur dan adil tersebut. (Alf)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...