Debat Capres 2014 Tak Beda dengan Cerdas Cermat !

KONFRONTASI--Debat pasangan capres-cawapres yang mempertemukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla tadi malam sangat jauh dari unsur debat. Padahal, bila format debat sesungguhnya yang ditampilkan, rakyat yang menonton bisa semakin mendapat gambaran lebih jelas siapa pasangan capres-cawapres yang nanti mesti dipilihnya.

"Debat capres-cawapres tadi malam bukan debat yang sesungguhnya. Tidak lebih dari acara tanya jawab, lontaran pertanyaan dan jawaban layaknya acara cerdas cermat," ujar Produser Tiurmaida Tampubolon melalui pesan elektroniknya kepada redaksi (Selasa, 10/6).

Menurut dia, pasangan capres-cawapres seharusnya diperkenankan langsung mendebat atau merespon lawan debatnya tanpa harus mengikuti instruksi moderator. Peran moderator yang dominan menutup pasangan capres-cawapres yang merupakan pemain utama debat. Moderator harusnya cukup melontarkan pertanyaan dan menjaga jalanya debat tetap terarah dengan baik dan tidak keluar dari topik bahasan.

"Pertanyaan yang diajukan moderator tidak boleh panjang-panjang. Substansinya jadi kurang jelas sehingga dalam debat jelas terlihat masing-masing pasangan capres-cawapres terganggu. Beberapa kali ada poin pertanyaan tidak bisa langsung direspon," paparnya.

Menurut host talkshow Pro dan Kontra yang pernah mengudara di salah satu stasiun televisi nasional ini, bila format debat sesungguhnya yang ditampilkan, maka rakyat yang menonton bisa semakin mendapat gambaran lebih jelas siapa pasangan capres-cawapres yang lebih cerdas, lebih memiliki konsep jelas, lebih tenang, percaya diri serta memiliki kematangan emosional.

Selain itu, melalui format debat yang sesungguhnya, rakyat juga akan bisa mendapat gambaran lebih jelas untuk bisa  menentukan pilihan siapa pemimpin yang berpegang teguh pada prinsip kebenaran yang diyakininya kendati didebat pihak lawannya.

"Dengan kata lain, akan terlihat jelas karakter para pemimpin lima tahun kedepan. Apakah memiliki sikap teguh mempertahankan prinsip kebenaran yang diyakininya, atau mencla-encle alias plintat plintut saat pasangan lain mendebat dengan argumentasi yang bisa saja mematahkan prinsip, konsep, dan gagasan besar yang diyakininya," demikian Tiurmaida.

Debat yang diselenggarakan KPU di Balai Sarbini Jakarta, tadi malam dipandu oleh Zaenal Arifin Mochtar dari UGM dan pancar luaskan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional.  Debat bertema Lembaga demokrasi, Pemerintahan yang bersih dan Kepastian Hukum ini merupakan debat pertama menutup rangkaian kampanye Pilpres pekan pertama.(Rmol)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...