Dana Hibah Provinsi Jawa Timur Masuk Rekening La Nyalla & Keluarga

Konfrontasi - Penyidik menemukan fakta dana hibah Provinsi Jawa Timur masuk rekening Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti. Ada juga fakta dana hibah masuk rekening keluarga La Nyalla (LN).

"Hasil penyelidikan dan penyidikan, kami menemukan adanya dana hibah yang sangat besar sekali masuk rekening dua terpidana yang dulu dan rekening La Nyalla," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Mohammad Rum di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016).

Dana hibah mengalir pada 2010 hingga 2013. Dua terpidana kasus ini adalah Diar Nasution dan Nelson Sembiring.

Selain ke rekening La Nyalla, dana hibah juga mengalir ke rekening anak dan istri La Nyalla. Seharusnya, dana hibah tersebut untuk Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

"(Tetapi) masuk rekening pribadi LN, masuk perusahaan, keluarganya, istirinya, kembali lagi ke rekening LN itu," ujar Rum.

Rum menyebut, jumlah dana tersebut ratusan miliar dan sudah masuk ke lebih dari 10 bank. Tetapi, penyidik masih menyelidi untuk menentukan transaksi yang terindikasi dikorupsi.

"Transaksi ini mencurigakan. Nanti kami pilah mana yang masuk kategori pidana dan mana yang tidak," katanya.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah periode 2011-2014 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ketua Umum PSSI itu diduga membeli saham initial public offering Bank Jatim menggunakan dana hibah sebesar Rp5 miliar pada 2012.

La Nyalla tiga kali menggugat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas penetapannya sebagai tersangka. Tiga kali juga La Nyalla memenangkan gugatan.

Lembaga yang dipimpin Muhammad Prasetyo itu membalas kemenangan La Nyalla dengan mengeluarkan surat perintah penyidikan baru. Prasetyo mengatakan, penyidik punya bukti kuat menetapkan La Nyalla sebagai tersangka.

La Nyalla punya hubungan keluarga dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Hatta sudah membantah mengintervensi hakim dalam memutus gugatan keponakannya itu.

Tetapi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung mencium putusan gugatan praperadilan La Nyalla berbau nepotisme. "Hakim melihat paman La Nyalla adalah Ketua MA. Jadi (Kejaksaan) bukan kalah, tetapi dikalahkan."

La Nyalla yang juga Ketua Umum PSSI kabur ke Malaysia pada 17 Maret atau sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia masuk daftar pencarian orang dan diketahui bersembunyi di Singapura setelah beberapa hari tinggal di Malaysia.

28 Mei, izin tinggal La Nyalla di Singapura habis. Selasa 31 Mei, otoritas di Singapura menyerahkan pria asal Surabaya itu ke pejabat imigrasi di KBRI untuk proses pemulangan. (mtv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...