9 April 2020

Curhat Benny Tjokro soal Penegakan Hukum yang Tebang Pilih: Jangan demi Gengsi, Pimpinan BPK dan Kejagung Korbankan Pihak Lain

KONFRONTASI - Direktur Utama PT Hanson International (MYRX) Tbk Benny Tjokrosaputro kembali buka suara. Benny Tjokro keberatan dengan kerja-kerja Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam mengungkap kasus Jiwasraya. Ia merasa dirinya dikorbankan dalam kasus ini tanpa menimbang keterlibatan pihak lain.

"TOLONG BPK RI & KEJAGUNG PERIKSA JUGA PEMBELIAN SAHAM LANGSUNG MAUPUN LEWAT MANAJER INVESTASI TH 2006-2016. SIAPA AJA YG BUAT LUBANG AWAL JIWASRAYA" tulis Benny Tjokro Dalam secarik kertas yang dititipkan kepada Pengacaranya, Bob Hasan di Jakarta, belum lama ini. 

Dalam surat tersebut juga, Benny Tjokro meminta tolong kepada BPK RI untuk tidak memaksakan Audit terlalu cepat kalau belum selesai periksa 2006-2016.

"BPK RI TOLONG JANGAN MEMAKSAKAN AUDIT TERLALU CEPAT KALAU BELUM SELESAI PERIKSA 2006-2016", tulis Benny Tjokro

Benny Tjokro mengatakan jangan demi gengsi Pimpinan BPK RI dan Kejagung mengorbankan pihak lain (Perusahaan Publik) seperti PT. Hanson International, Tbk untuk dirampas asetnya demi tutup lobang yang dibuat pihak lain di Jiwasraya.

“JANGAN DEMI GENGSI PIMPINAN BPK RI DAN KEJAGUNG MENGORBANKAN PIHAK LAIN (PERUSAHAAN PUBLIK) SEPERTI PT. HANSON INTERNATIONAL, TBK UNTUK DIRAMPAS ASETNYA DEMI TUTUP LOBANG YANG DIBUAT PIHAK LAIN DI JIWASRAYA.”, demikian Benny Tjokro.

Berikut tulisan lengkap Benny Tjokro 

TOLONG BPK RI & KEJAGUNG PERIKSA JUGA PEMBELIAN SAHAM LANGSUNG MAUPUN LEWAT MANAJER INVESTASI TH 2006-2016. SIAPA AJA YG BUAT LUBANG AWAL JIWASRAYA.

BPK RI TOLONG JANGAN MEMAKSAKAN AUDIT TERLALU CEPAT KALAU BELUM SELESAI PERIKSA 2006-2016.

JANGAN DEMI GENGSI PIMPINAN BPK RI & KEJAGUNG MENGORBANKAN PIHAK LAIN (PERUSAHAAN PUBLIK SPT HANSON UNTUK DIRAMPAS ASETNYA DEMI TUTUP LOBANG YG DIBUAT PIHAK LAIN DI JIWASRAYA.[ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...