Buronan FBI Bisa Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Menkumham

KONFRONTASI-Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjelaskan alasan tersangka pedofil asal AS, Russ Medlin, yang merupakan buron Biro Investigasi Federal (FBI) bisa masuk ke Indonesia. Menurut Yasonna, hal itu terjadi lantaran red notice baru masuk sesudah Russ tiba di Indonesia.

"Ini soal buronan FBI yang lolos ke Indonesia. Memang waktu dia masuk karena belum ada red notice," kata Yasonna saat menggelar rapat di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6).

Red notice merupakan pemberitahuan dari suatu kepolisian  Negara pada interpol untuk buron kasus di suatu negara sehingga negara lain bisa melakukan pengeluaran bila buron tersebut ada di wilayahnya. Yasonna mengatakan, saat Russ Medlin tiba di Indonesia, Red notice dari Interpol belum masuk ke sistem Imigrasi.

"Jadi kalau seandainya red notice itu sudah masuk di sistem waktu dia masuk, ini pasti tertangkal masuknya tapi red noticenya baru dua minggu kemudian dan red notice itu kita terima langsung masuk di sistem, kita gatau bahwa orangnya sudah masuk," jelas Yasonna.

Medlin ditangkap di rumah kontrakan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada 15 Juni 2020 atas laporan masyarakat yang menyebut sering terjadi aktivitas prostitusi perempuan di bawah umur. Atas laporan tersebut petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap kediaman Medlin dan berhasil mengamankan tiga orang PSK di bawah umur yang saat diperiksa mengaku baru saja di-booking untuk melayani Medlin.

Atas dasar pengakuan tersebut petugas kemudian melakukan penggerebekan terhadap kediaman Medlin dan mengamankan tersangka Medlin beserta sejumlah barang bukti. Tersangka RAM juga mengakui membuat foto dan video dengan sejumlah perempuan di bawah umur.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkapkan warga negara Amerika Serikat yang bernama Russ Albert Medlin ditangkap lantaran terlibat kasus prostitusi anak. Ia pernah divonis dalam kasus yang sama di Amerika Serikat.[mr/rol]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...