BMKG Pekanbaru Temukan 40 "Hotspot' di Pulau Sumatera

Konfrontasi - Pihak BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan saat ini sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah memasuki musim kemarau.

"Sejak awal Januari 2015, sebagian besar wilayah di Riau telah minim terjadi hujan," kata Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Ibnu Amiruddin, Minggu (18/1).

Ia mengatakan, menurut prakiraan cuaca hari ini hingga beberapa hari kedepan, secara umum Riau cerah hingga berawan. Peluang hujan terjadi untuk wilayah Riau bagian tengah dan Selatan meliputi Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru.

"Namun sifatnya lokal dan intensitasnya ringan. Namun untuk sebagian besar wilayah kabupaten/kota lainnya sangat kecil kemungkinnan terjadi hujan," katanya.

Ibnu menambahkan, kondisi demikian telah berlangsung sejak beberapa pekan di Januari 2015 sehingga memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan penyebab polusi asap yang selama ini terjadi. Sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak mulai dari pemerintah daerah hingga pusat.

"Setiap perkembangan adanya titik panas yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan selalu kami sampaikan ke badan penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Riau," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan Satelit Modis dengan penggunaan sensor Terra dan Aqua terakhir pada Sabtu (17/1) pagi merekam kemunculan 40 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera. (cptr)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...