12 November 2019

Bila Swasembada Pangan Gagal, KSAD Siap Mundur

KONFRONTASI - Bila  tiga tahun mendatang Indonesia gagal dalam swasembada pangan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan akan mundur dari jabatannya.  Itu tak lain karena ia mendapat target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar TNI membantu mewujudkan swasembada pangan dalam kurun tiga tahun. 

Mandat itu didapatkan Gatot di Jakarta belum lama ini dalam rapat bersama seluruh kepala dinas se-Indonesia yang terkait dengan pangan.

"Karena itu (target swasembada pangan dalam tiga tahun) diminta oleh presiden. Apabila dalam tiga tahun tidak swasembada pangan, berarti saya tidak bisa melaksanakan perintah presiden dan pasti saya akan mengundurkan diri," kata Gatot di usai silaturahmi dengan Forkominda Jawa Barat di Bandung, Selasa (13/1/2015).

Dengan target yang diberikan Presiden Jokowi, Gatot menunjukkan optimismenya. "Kita akan berusaha semaksimal mungkin dan saya punya keyakinan pasti bisa," tegasnya.

Untuk mewujudkan target, anggota TNI Angkatan Darat akan terjun langsung ke lapangan membantu para petani. Terlebih TNI AD sudah berpengalaman membantu petani dalam meningkatkan produksi pangan di Bone, Sulawesi Selatan.

Keterlibatan TNI di Bone mampu menjaga produksi pangan. Dalam kurun waktu 2008 hingga 2014, produksi pangan di sana stabil di kisaran dua juta ton per tahun, bahkan cenderung meningkat.

Beberapa waktu lalu, perwakilan seluruh Kodam se-Indonesia juga mengirimkan perwakilannya ke Bone untuk 'kursus' seputar pertanian. Sehingga, ketika mereka kembali ke daerah masing-masing sudah memiliki bekal untuk meningkatkan swasembada pangan di daerahnya.

"Kita belajar di sana (Bone) dan tentunya nanti diaplikasikan sesuai dengan kondisi wilayahnya masing-masing," jelas Gatot.[ian/snw]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...