Biaya Rapid Tes Belum Seragam, Pemprov Bali Tegaskan Biaya Rapid Test Mandiri Maksimal Rp150.000

Konfrontasi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan biaya rapid test untuk tujuan perjalanan mandiri yang disediakan fasilitas kesehatan tak boleh melebihi Rp150.000. Sedangkan rapid test untuk penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas tidak dipungut biaya.

"Rapid test bagi pelaku perjalanan atau tujuan sendiri dapat dipungut biaya paling tinggi Rp150.000," ujar Sekretaris Daerah Pemprov Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan kepada pers di Denpasar, Jumat (17/7/2020).

Penegasan Dewa Indra itu disampaikan terkait biaya rapid test di Bali yang belum seragam saat ini. Dewa Indra mengatakan, batas atas harga rapid test itu tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor: HK.02.02/1/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Surat itu kemudian ditindaklanjuti Pemprov Bali dengan menerbitkan Surat Edaran Gugus Tugas No:40/8890/Yankes.Diskes tentang Pelayanan Pemeriksaan Rapid Test dan Swab PCR Covid-19.

"Semua fasilitas kesehatan yang melaksanakan pemeriksaan rapid test antibodi wajib memenuhi standar pelayanan. Menyampaikan laporan rutin kepada dinas kesehatan kabupaten/kota setempat," tutur pria yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Bali ini.

Sebelumnya, Ketua Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suaryajaya mengatakan akan segera menyeragamkan biaya rapid test yang masih berbeda-beda.

Dia mengatakan, masyarakat diminta melaporkan ke dinas kesehatan bila menemukan fasilitas kesehatan yang melanggar aturan dengan menjual biaya rapid test melebihi batas tertinggi Rp150.000.

"Nanti kami akan tertibkan. Jika melanggar kita setop saja tidak boleh melayani (rapid test) lagi," ujarnya. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...