Berkas Novanto Sudah P21, Pengacara Sebut KPK Tidak Adil

KONFRONTASI- Tersangka dugaan kasus e-KTP Setya Novanto baru saja menandatangani berkas penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah dinyatakan lengkap (P21) untuk dilimpahkan ke penuntutan. Selanjutnya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan membuat surat dakwaan untuk membawa ketua umum Golkar itu ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Jadi hanya P21, sama penyidik diserahkan ke penuntut umum saja. Nanti penuntut umum akan pelajari berkasnya," ujar Maqdir Ismail selaku pengacara bagi Novanto di KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12).

Karena itu Maqdir menunggu kapan JPU KPK akan membawa Setnov -panggilan akrab Novanto- ke pengadilan. Namun, pengacara senior itu mengharapkan jaksa KPK tak terburu-buru dalam membuat surat dakwaan.

Meski demikian, Maqdir memastikan Novanto sudah siap menjalani persidangan.  "Enggak ada masalah, beliau (Novanto, red) sudah siap," sebut Maqdir.

Sementara kuasa hukum Novanto yang lain, Fredrich Yunadi mengatakan, kliennya tidak bisa menolak untuk menandatangani rampungnya berkas penyidikan untuk dilimpahkan penyidik ke penuntut umum KPK. Sebab, tersangka di KPK memang tak berdaya.

"Bagaimana bisa keberatan yang punya kuasa siapa, kami harus tahu dong. Kami tak berdaya di sini," tegas dia.

Fredrich pun mengeluhkan sikap KPK yang menurutnya kurang adil terhadap Novanto. Menurutnya, KPK memperlakukan Novanto secara tak manusiawi.

"Beliau sudah ditahan 20  hari, anaknya saja enggak boleh ketemu. Coba apakah itu manusiawi? Itu sudah melanggar, mereka enggak peduli," pungkasnya.[mr/jpnn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA