18 November 2018

Benar dan Tepat, Jokowi Ijinkan Gloria Ambil bagian dalam Upacara Bendera

KONFRONTASI- Sudah benar dan tepat langkah Presiden Jokowi mengijinkan Gloria tampil dan berpartisipasi dalam upacara penurunan bendera. Namun Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan dasar hukum yang diacu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengizinkan Gloria Natapradja Hamel ikut kembali menjadi anggota paskibraka. Sikap Yusril itu terlalu formalistis,kaku dan tidak bijak. ''Pak Jokowi sudah benar dan tepat mengijinkan Gloria ambil bagian dalam upacara itu, itu menyentuh dan bijaksana, ''  demikian Koesnandang, aktivis mahasiswa Universitas Paramadina yang juga editor Konfrontasi.

 

Gloria yang dianggap warga negara Perancis sempat tak diizinkan untuk ikut bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT RI ke-71 di Istana Merdeka pada Rabu (17/8/2016) pagi.

Namun, berkat izin Presiden dan Wapres, Gloria bisa ikut bertugas dalam upacara penurunan bendera sore harinya.

(Baca: Gloria Natapradja Diizinkan Bertugas bersama Paskibraka...)

"Presiden Jokowi dan Wapres JK harus menjelaskan apa dasar hukumnya keduanya membolehkan Gloria ikut menurunkan bendera, setelah Gloria bertemu keduanya di Istana pagi ini," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Yusril menilai, Gloria adalah korban kelalaian dan ketidakcermatan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam merekrut anggota Paskibraka. Menpora tidak cermat karena meloloskan Gloria yang memiliki paspor perancis.

"Apakah dibolehkannya Gloria menurunkan bendera menunjukkan pengakuan bersalah Presiden dan Wakil Presiden, untuk menghindari gugatan Gloria dan orangtuanya karena merasa telah dipermalukan di depan publik?" ucap Yusril.

Gloria Natapraja Hamel menguasai tiga bahasa asing. Bahasa Jepang, Perancis dan Inggris.

Namun, ketika wartawan meminta Gloria menyampaikan rasa bangganya dapat ikut serta dalam upacara penurunan bendera menggunakan salah satu dari tiga bahasa itu, ia menolak.

"Jangan pakai bahasa Perancis dong. Bahasa Sunda gitu kek," ujar dia di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 17 Agustus 2016.

(Baca: Abdee "Slank": Bijak, Izinkan Gloria Bertugas sebagai Anggota Paskibraka)

Gloria kemudian 'nyerocos' dengan bahasa Sunda. Ia mengungkapkan kebahagiannya pada hari itu.

"Abdi teh Sunda atuh. Abdi teh bahagia nya'. Ngarumpul jeung sarerea," ujar dia.

Gloria sempat digugurkan dari Paskibraka karena memiliki paspor Perancis. Ia pun dianggap bukan warga negara Indonesia.

Nada dukungan mengalir deras kepada Gloria usai peristiwa itu. Namun, beberapa jam sebelum upacara penurunan bendera dilakukan, Gloria dipanggil Presiden Jokowi.

(Baca: Jadi 'Pagar Ayu' di Upacara Penurunan Bendera, Ini Kata Gloria)

Di Istana Merdeka, Jokowi mengungkapkan kepada Gloria bahwa ia boleh ambil bagian dalam upacara penurunan bendera Rabu sore.

Ia pun mendapatkan posisi 'gordon' dalam tim Bima itu. "Tadinya saya mikir, oh ini bukan rezeki saya, tapi diberikan kesempatan. Jadi senang banget," ujar dia.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...