18 October 2019

Bayar Saham Freeport, Jokowi Ingin Dukungan AS. Tapi AS/Barat Emoh Jokowi yang sudah Ngeblok ke China

KONFRONTASI- Sebagai sosok yang ngeblok ke China komunis, langkah Jokowi membeli saham Freeport 51%  justru karena Jokowi ingin ''deal'' cepat dengan Freeport supaya dapat dukungan Amerika Serikat (AS) jelang Pilpres 2019. Namun langkah Jokowi itu sia-sia karena AS ingin perubahan dan emoh Jokowi lagi. AS/Barat  tidak akan dukung Jokowi yang dimata AS/Barat sudah condong ngeblok ke China dan sebagai sekutu China.

Demikian pandangan aktivis senior Gerakan 1998 Bennie Akbar Fatah, akademisi Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dan Nehemia Lawalata, tokoh GMNI Indonesia Timur. ''Jokowi memang kesulitan untuk mendapat dukungan AS/Uni Eropa/Jepang karena sudah ngeblok ke China. Secara geopolitik dan geostrategis, NKRI era Jokowi jadi rentan dan rawan karena dijauhi/dicurigai AS/Barat akibat ngeblok ke China, malah sudah tergantung ke China,'' ujar Herdi.

Bennie dan Lawalata menilai pendapat Prof Rhenald Kasali  yang sebut  AS marah besar saat Jokowi mulai eksekusi Beli Freeport, sebagai mengada-ada dan ngawur. ''Pernyataan Rhenald Kasali itu sok tahu, tidak benar dan dia bukan ahli geopolitik, bukan ahli geostrategis  tapi dia itu profesor marketing. Dia mengada-ada dan ngawur. Jokowi terlanjur ngeblok ke China komunis,'' kata Bennie Fatah, mantan pimpinan KPU 1999 era Habibie.

Hasil gambar untuk nehemia lawalata

Hasil gambar untuk bennie fatah

'' Kubu Jokowi tampak gerah dan panik karena AS/Uni Eropa tidak dukung dia. Di mata AS. Jokowi itu memang sekutu RRC, dan ini melemahkan Jokowi di mata internasional dan di dalam negeri karena AS/Barat berpengaruh kuat di tingkat domestik kita maupun di level global. Sinyal BG Lee Singapura yang undang Prabowo adalah sinyal AS/Barat sudah tidak dukung Jokowi. Presiden Trump maupun Uni Eropa tidak memihak Jokowi karena sudah jadi sekutu China komunis, dan AS/Barat dukung Prabowo,'' kata Lawalata maupun Bennie Fatah.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...