Baru Pada Era Gus Dur Gaji PNS Naik 125% Dalam 21 Bulan

KONFRONTASI-Mantan menteri koordinator perekenomian era Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli menyebutkan gaya perekonomian pemerintahan Gus Dur perlu dicontoh. Sebab, keberpihakan Gus Dur kepada rakyat sangat jelas.

"Pada saat saya diangkat menjadi Pimpinan Bulog waktu itu, permintaan Gus Dur cukup sederhana, yakni tugas saya hanya membuat petani senang," kata Rizal yang berbicara di acara Halaqoh Ekonomi "Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur" di Surabaya, Jawa Barat, Rabu (16/1/2019) silam.

Rizal menjelaskan, Gus Dur waktu itu tidak meminta secara detail bagaimana kinerja setiap menterinya. Namun, tujuannya adalah keperbihakan pada rakyat.

Rizal menganggap kebijakan ekonomi waktu itu dinilai berhasil. Sebab, mampu mengembalikan kondisi krisis yang terjadi pada masa kepemimpinannya, 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.

"Gus Dur memiliki gaya sendiri dalam mengambil kebijakan, khususnya di bidang ekonomi, yakni bagaimana rakyat bisa senang dan hidup bahagia. Sebab, ekonomi waktu itu bukan hanya soal hitung-menghitung, namun berpihak kepada siapa dulu baru menghitung," katanya.

Rizal mengaku ada beberapa langkah strategis yang dilakukan Gus Dur untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5 persen, dari awalnya minus 3 persen. Pertama dengan menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih sangat rendah, dan sepanjang masa kepemimpinan Gus Dur selama 21 bulan, gaji PN naik dua kali dengan besaran hingga 125 persen.

Dengan kenaikan itu, daya beli masyarakat menjadi naik. Bahkan, 95 persen dari total gaji dibelanjakan hingga akhirnya ekonomi menjadi kembali bergerak lebih cepat.

Kenaikan gaji PNS yang begitu tinggi diakui oleh seorang pensiunan PNS, Ir Nin Rusmini.

"Mas Rizal, baru pada masa Gusdur PNS dinaikkan gaji 125% dalam 21 bulan. Bagi kami PNS, itu sangat bermanfaat dan senang sekali," ungkapnya mengomentari sebuah video di kanal Youtube.

"Waktu SBY ada kenaikan walaupun kecil. Hanya pd pemerintahan Jkw sama sekali belum pernah ada kenaikan," katanya lagi.

Dia pun mengeluhkan gaji ke 13 yang tak kunjung dicairkan.

"Katanya akan diberikan gaji ke 13 pada bulan Agustus. Tiba2 Menkeu SMI mengumumkan tidak jadi. Kami yang hidup hanya dari uang pensiun, tidak punya tambahan lain dan dulu tidak korupsi kecewa sekali," pungkasnya.(mr/k)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...