Bandingkan dengan DKI Jakarta, Pakar Soroti Diamnya Buzzer Bayaran yang Bungkam Soal Banjir di Semarang

Konfrontasi - BMKG menyebut hujan ekstrem jadi penyebab banjir di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Andai jawaban ini untuk DKI Jakarta, tentu Anies Baswedan akan diserang buzzer habis-habisan.

Seperti diketahui, jawaban Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal antisipasi banjir di Semarang menjadi sorotan pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam.

Saat memberi jawaban di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Sabtu (6/2), Ganjar Pranowo menyebut bahwa pihaknya sebenarnya sudah mendapat data dari BMKG perihal prediksi akan terjadi banjir karena cuaca hujan yang ekstrem.

Akan tetapi, Ganjar Pranowo baru menambah pompa-pompa penyedot air banjir setelah kondisi genangan ekstrem mulai terjadi.

Saiful Anam menilai, jika banjir tersebut terjadi di DKI Jakarta dan Gubernur Anies Baswedan memberi jawaban serupa, maka para pendengung atau buzzer yang dibayar akan ramai membully.

“Saya membayangkan apabila banjir yang melanda Jateng melanda DKI, maka bukan main kritik tajam akan mengarah kepada Anies,” ujarnya, Minggu (7/2/2021).

Akan tetapi, Saiful mengaku heran karena para buzzer bungkam melihat situasi banjir di Semarang.

Tidak ada kritik atas apa yang disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo. Bahkan seolah-olah banjir di Semarang itu tidak pernah terjadi di mata buzzer bayaran.

“Tapi kita lihat banjir di Jateng, para buzzer diam aja dan seperti tidak terjadi apa-apa,” kata Saiful.

Seperti diketahui, banjir terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Paling parah, terjadi di Semarang. Bahkan banjir di Ibukota Jateng tersebut mengakibatkan bandara udara dan stasiun kereta ditutup.

“Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat, peta sebaran curah hujan harian Kota Semarang pada 6 Februari 2021 pukul 07.00 WIB terukur hujan dengan intensitas lebat-ekstrem. Terukur curah hujan pukul 07.00 WIB di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani sebesar 171 mm,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Sukasno, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/2/2021).

Sukasno juga merinci curah hujan tertinggi dan terendah di titik yang ada di Semarang.

Curah hujan tertinggi ada di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan, sementara yang terendah berada di Pos Hujan Meteseh Kecamatan Tembalang. (pj1/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...