18 March 2019

Bailey Terpasang, Kementerian PUPR Siap Bangun Jembatan Permanen di Cipatujah

KONFRONTASI -  Meskipun bailey telah terpasang,‎ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal segera membangun jembatan permanen Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Rencananya, pembangunan jembatan itu dimulai pada Maret 2019.

Rencana pembangunan akses penghubung permanen tersebut merespons keinginan warga Cipatujah. Warga menginginkan jembatan permanen karena lebih optimal mendukung aktivitas mereka ketimbang bailey yang bersifat sementara dan tak bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan.

Bailey memiliki batas maksimun bobot kendaraan 5 ton dengan ketinggian 2,75 meter. Kendaraan pun harus melintas dengan bergantian karena keterbatasan lebar bailey yang hanya 3,5 meter. "Harapan kami warga, (pemerintah) segera mau melaksanakan pembangunan jembatan permanen," kata Camat Cipatujah HE Agus Muslim di Cipatujah, Jumat 14 Desember 2018.

Moda tansportasi seperti bus yang dipakai warga juga tak bisa melewati bailey karena persoalan bobotnya. Bagaimana pun sejumlah anak-anak Cipatujah dari wilayah Ciheras dan Cipanas menggunakan angkutan umum itu untuk pergi ke sekolah. Kendati demikian, Agus tetap bersyukur dan mengapresiasi kinerja Kementerian PUPR yang merampungkan pemasangan bailey. Keberadaan jembatan sementara tersebut setidaknya tak membuat warga hanya bertumpu pada perahu sebagai alat penyeberangan. Selain aspek keselamatan, pemakaian perahu juga cukup membebani keuangan warga yang harus membayar untuk jasa penyeberangan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Jakarta Kementerian PU PR Hari Suko Setiono memastikan pembangunan jembatan permanen dimulai Maret 2017. "‎Kita akan segera laksanakan untuk pembangunan jembatan permanen, nanti di sebelah hulu sana enggak terlalu jauh dari sini (lokasi bailey), akan kita segera buat perencanaanya kemudian kita tenderkan," kata Hari.

Dia menambahkan, Kementerian PU PR pun telah melakukan survey pendahuluan terkait lokasi pembangunan jembatan permanen bersamaan dengan pembangunan bailey.‎ "Terus sekarang ini dalam proses untuk lebih detail investigasinya, baik untuk kondisi tanah, topografi dan sebagainya, sedang kita lakukan proses untuk desain," kata Hari.

Menurutnya, pembangunan tak mungkin dilakukan di titik jembatan lama yang sudah ambruk.‎ "Kita tidak bisa mengambil risiko karena jangan sampai kondisinya juga enggak terlalu berbeda jauh sehingga kita lebih baik membuat jembatan permanen yang betul-betul kuat aman untuk masyarakat," ucapnya. Berbagai pertimbangan lain pun menjadi alasan Kementerian PU PR memindahkan titik pengerjaan jembatan permanen dari lokasi lama di kawasan Kampung Pasanggrahan, Desa Cipatujah. Bila tak bergeser, biaya yang dikeluarkan pemerintah akan lebih besar lagi karena harus membongkar sisa konstruksi jembatan lama dan pengerjaannya akan lebih panjang.

"Dan belum tentu di bawah ini (lokasi jembatan lama) kita aman untuk membuat pondasi karena masih ada sisa-sisa pondasi lama," tuturnya. Kementerian PU PR menargetkan pembangunan jembatan permanen rampung pada akhir Desember 2019. "Panjangnya (jembatan permanen) kurang lebih hampir sama, mungkin 120-130 meter," ucapnya. Hari juga meminta kerelaan warga melepas tanah dan bangunannya jika terkena pembebasan lahan guna pembangunan jembatan permanen. "Kita akan membuat sekecil mungkin risiko untuk membangun jembatan itu," tuturnya.

Walaupun jembatan baru masih dalam perencanaan, Hari menyatakan, konstruksi bailey terbilang kuat untuk menyangga kendaraan yang melintas. Aktivitas warga yang akan mudik saat liburan Natal dan Tahun Baru di pesisir Selatan Jawa Barat dipastikan berlangsung lancar berkat keberadaan bailey.

"Aktivitas Natal dan Tahun Baru sudah tidak perlu pakai berakit-rakit (menggunakan perahu penyeberangan) dahulu kan," ujar Hari berseloroh. Seperti diketahui,‎ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membuka secara resmi penggunaan bailey atau jembatan sementara Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (13/12/2018). Jalur selatan Jawa Barat pun kini kembali normal selepas jembatan lama ambruk satu bulan lalu karena cuaca buruk di Cipatujah. Tak hanya berdampak ambruknya jembatan, cuaca buruk juga membuat longsor di wilayah Culamega yang berdekatan dengan Cipatujah.(Jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...