ARUN: Skandal Jiwasraya Harus Diungkap Biang Keladinya

KONFRONTASI-Mega skandal Jiwasraya terus diusut Kejaksaan Agung (Kejagung). Diberitakan Kejagung telah mendalami peran Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dalam pemeriksaan pada Senin (10/2/2020) hari ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menuturkan, ini merupakan pemeriksaan pertama sebagai tersangka bagi Benny Tjokro.

"Dia sebagai posisinya katakanlah komisaris utama atau sebagai dirut PT Hanson, keterlibatannya dalam hal yang disangkakan, khususnya Pasal 2 dan Pasal 3 (UU Tipikor) terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Perbuatannya seperti apa, hari inilah dimintai keterangannya," ungkap Hari di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin.

Hari menuturkan, penyidik juga mendalami apakah perbuatan Benny memenuhi unsur tindak pidana yang disangkakan.

Selain itu, menurutnya, penyidik juga akan mengaitkan keterangan Benny Tjokro dengan peran para saksi lain.

"Tentu penyidik akan mengurai bagaimana peran masing-masing saksi dikaitkan dengan keterangan tersangka, khususnya hari ini adalah BT," katanya

Merespon skandal Jiwasraya ini, Wakil Sekretaris Jenderal Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Hamdani, meminta progres penyelidikan  skandal ini dibuka secara terang benderang ke publik.

"Jangan sampai ada penyesatan berita," katanya.

Diketahui kerugian Jiwasraya hingga saat ini telah mencapai Rp13 triliun dan melibatkan banyak manager investasi 

"Beny Tjokro hanya bagian kecil dalam pusaran skandal ini. Penegak hukum harus lacak semua pihak yang terlibat dan temukan siapa biang keladinya. Jgn pula cari-cari salah orang tanpa bukti yang kuat dan sudah bicara aset pula," paparnya lebih lanjut.

Hamdani meminta hukum ditegakkan dan tak rabun dalam menentukan siapa biang keladi sesungguhnya.

"Kami ARUN sebagai ormas sangat atensi dengan keadaan ini. Kami yakin kejaksaan agung menangani secara profesional dan BPK juga telah menghitung kerugian dengan cermat," demikian Hamdani. (mr/k)

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA