2 April 2020

ARUN: Aset Perusahaan Benny Tjokro Milik Publik, Bukan Punya Jiwasraya

KONFRONTASI - Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) mendesak Kejaksaan Agung untuk menghentikan penyitaan terhadap aset Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. Pasalnya, Aset-aset tersebut bukan milik Jiwasraya melainkan milik publik mengingat PT. Hanson Internasional Tbk merupakan perusahaan publik yang mayoritas sahamnya dimiliki publik. dan Benny Tjokro adalah pengusaha yang dipercaya Publik untuk mengelolah dana investasi tersebut.

"Cara-cara kerja Kejaksaan Agung dalam penanganan kasus Jiwasraya khusunya terhadap Benny Tjokro sangat serampangan dan jauh dari nilai-nilai hukum dan kemanusiaan" kata Wakil Sekretaris Jenderal ARUN, Hamdani kepada Redaksi, Selasa (4/2) di Jakarta.

Hamdani menilai, Benny Tjoko adalah korban dari permainan elite dan kegagalan Jiwasraya. 

"Kami mendesak Kejaksaan Agung untuk menghentikan penyitaan terhadap aset-aset milik PT. Hanson Internasional Tbk, pasalnya dalam aset -aset tersebut ada hak pemegang saham, Kreditur, Pegawai Hanson dan Partner bisnis lainnya yang berjumlah ribuan", ujarnya.

Sebelumnya, Benny Tjokros melakukan perlawanan usai diperiksa Jumat (31/1) lalu. Melalui secarik kertas yang diberikan kepada wartawan, Benny Tjokro mempertanyakan alasan kenapa hanya perusahaannya yang diproses dalam kasus tersebut. Padahal, banyak pihak yang semestinya ikut diproses.

"Ada puluhan manager investasi, berarti ada puluhan/ratusan jenis saham yang bikin rugi. Kenapa nggak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson," tulis Benny dalam kertas itu. Dia kemudian mengungkit pemilik saham investasi di Jiwasraya sebelum dibeli oleh PT Hanson. “Mudah kok dicari, kalau ketemu penjualnya, jadi jelas. Ingat lo, MYRX (Hanson International) itu perusahaan tbk, ada lebih dari 8.000 pemegang saham," urainya.[ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...