API Bersatu Desak Presiden Segera Copot Kapolri

Konfrontasi - Aktivis Pergerakan Islam (API) Bersatu pada Kamis (1/2) mendatangi Istana Negara. Tujuan dari API mendatangi Istana lantaran ingin mengantarkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berisi agar presiden segera mencopot Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Sudah kami serahkan tadi (suratnya),” ujar Ketua API Bersatu Asep Syaripudin.

Dikatakan Asep bahwa pihaknya menginginkan serta meminta Presiden Jokowi untuk mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian lantaran dalam sebuah tayangan video yang mengungkapkan bahwa Kapolri telah melakukan provokasi.

API juga menilai bahwa Kapolri sendiri tidak sepantasnya menafikkan peran ormas Islam selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Selain itu sambung Asep bahwa pernyataan Kapolri yang menuding ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah ingin merontokkan negara ini.

“API Bersatu menolak dengan tegas tuduhan yang tidak berdasar dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada ormas-ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah sebagai kelompok yang ingin merontokkan NKRI,” katanya.

API mengaku kecewa dengan pernyataan Kapolri yang melarang jajarannya untuk bekerja sama dengan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah.

“Nah kalimat ini sangat provokatif. Kami akan sampaikan kepada presiden agar Kapolri diingatkan, bahkan tuntutan kami Kapolri sebaiknya ya sudah lah sampai di sini saja,” paparnya.

Tak hanya berhenti layangan surat tersebut ke Presiden Jokowi, akan tetapi API juga melayangkan surat yang sama ke DPR. “Kan Kapolri yang ngangkat presiden, kalau DPR kan yang mengontrol Jokowi,” tuturnya. (akt/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...