Aneh, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Bersyukur Sejumlah Aktivis KAMI Ditangkap: Tak Perlu Dikasihani, katanya. Din Syamsuddin justru Prihatin

KONFRONTASI- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait penangkapan sejumlah aktivis dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gatot yang juga sebagai Presidium KAMI itu mengatakan pihaknya meminta kepada publik untuk tidak mengkasihani para tokoh dan aktivis KAMI yang ditangkap oleh polisi. Tak perlu dikasihani, kata Gatot.

SementaraMantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin prihatin terhadap penangkapan sejumlah aktivis Muslim oleh pihak Kepolisian RI karena diduga melakukan tindakan makar

Perbedaan sikap antara Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo itu terbuka di ruang publik, sehingga menjadi diskusi di kalangan masyarakat dan aktivis pergerakan. apa dan bagaimana sikap para pimpinan KAMI sendiri terkait soal penangkapan aktivis KAMI ini. 

Selain itu, kata Gatot, publik juga tidak perlu meributkan ihwal penangkapan sejumlah aktivis tersebut yang hingga kini masih ditahan di Bareskrim Polri.

Sebaliknya, Gatot justru malah mengajak publik untuk tetap bersyukur atas kejadian tersebut. Para aktivis KAMI yang ditangkap itu, kata Gatot, merupakan pejuang, bukan karbitan.

mantan-panglima-tni-gatot-nurmantyo-bersyukur-sejumlah-aktivis-kami-ditangkap-tak-perlu-dikasihani

Gatot menerangkan pembentukan gerakan KAMI di Indonesia memang berisiko tinggi. Termasuk ketika nantinya ada kemungkinan para anggota KAMI bisa ditangkap.

Sebaliknya,Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin prihatin terhadap penangkapan sejumlah aktivis Muslim oleh pihak Kepolisian RI karena diduga melakukan tindakan makar. "Prihatin banyak aktivis Muslim ditangkap dengan tuduhan makar (termasuk kader-kader muda Muhammadiyah)," kata Din, di Jakarta, Sabtu. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu, penangkapan sejumlah aktivis itu seharusnya tidak terjadi. Para aktivis yang ditangkap sejatinya hanya karena krits dan memrotes ketidakadilan. 

Sekali lagi, adanya perbedaan sikap antara Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo itu, yang  terbuka di ruang publik, menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat dan aktivis pergerakan. apa dan bagaimana sikap para pimpinan KAMI sendiri terkait soal penangkapan aktivis KAMI ini. 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...