12 November 2019

Ancaman China dan Bahaya Banjir Orang RRC ke Indonesia

KONFRONTASI-Banyaknya tenaga kerja asing ilegal, termasuk dari China ke Indonesia dinilai sebagai bentuk kegagalan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani persoalan keimigrasian dan pengawasan tenaga kerja asing (TKA).

Pasalnya, aktivitas TKA dan WNA ilegal di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak dan tidak terdeteksi oleh negara telah menyebabkan kerugian besar bagi Indonesia.

"Kerugian tersebut di antaranya hilangnya kesempatan masyarakat dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor, baik informal maupun formal," kata‎ Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/12/2016).‎

Tidak hanya itu, kerugian lainnya, yakni menurunnya pendapatan para pemilik usaha di sektor niaga karena bersaing dengan WNA ilegal yang melakukan aktivitas perniagaan di pasar-pasar dan pertokoan.

Adapun kerugian yang dialami negara dari sisi ekonomi adalah tidak adanya penerimaan negara berupa pajak. "Sebab mereka saja masuk secara ilegal dan mana mungkin akan bayar pajak sebagai TKA dan WNA yang melakukan aktivitas niaga secara ilegal," tuturnya.

Kerugian lain adalah ancaman epidemik bibit penyakit akibat tidak terkontrolnya WNA dan TKA masuk Indonesia. Pasalnya, kata dia, WNA dn TKA ilegal itu masuk ke Indonesia tanpa melalui kontrol karantina.

Dia menegaskan, Partai Gerindra melihat kondisi tersebut sebuah pembiaran. "Pasti ada mafia besar yang diuntungkan dengan memasukan TKA dan WNA ilegal ke Indonesia secara sengaja," katanya.[mr/sindo]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...