5 April 2020

Anas Dicecar Hakim Soal Bagi-bagi Duit e-KTP

KONFRONTASI-Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP. Dalam persidangan ini Anas akan bersaksi untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong yang berstatus terdakwa.

Di hadapan majelis, Anas membantah pernah menerima uang hasil bancakan proyek e-KTP tahun 2011-2012. Menurutnya apa yang disampaikan mantan Bendum Partai Demokrat, Muhammad Nazruddin adalah fitnah.

“Itu fitnah yang sangat jorok dari orang yang dilatih untuk memfitnah saya,” kata Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/11).

Penegasan Anas disampaikan lantaran Ketua majelis hakim, John Halasan Butarbutar berkali-kali memastikan terkait penerimaan duit korupsi e-KTP yang masuk ke kantong pribadinya.

Nazaruddin sebelumnya menyebut Anas termasuk orang yang menerima uang proyek e-KTP. Bahkan Nazaruddin mengungkapkan uang itu digunakan untuk pemenangan Anas dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010 silam.

“Itu fitnah yang jorok. Pembiayaan kongres dibiayai oleh panitia dari partai. Sebagian lagi dibiayai oleh tim relawan masing-masing,” ucap Anas.

Hakim John pun kemudian bertanya apakah Muhammad Nazarudin merupakan relawan Anas pada saat itu. Sebab, Nazaruddin sempat menjelaskan ihwal penerimaan uang untuk Anas.

Anas pun membenarkan bahwa Nazaruddin adalah tim relawannya ketika itu. Namun Anas berdalih tidak pernah tau uang-uang yang dibawa relawannya merupakan uang legal atau hasil tindak pidana.

“Tapi belakangan saya tahu bahwa Nazar adalah relawan dari dua kandidat lainnya juga,” kata Anas. Diketahui, saat Anas mencalonkan diri sebagai Ketum Demokrat, mantan Menpora Andi Mallarangeng dan Ketua DPR, Marzuki Alie turut meramaikan bursa pencalonan.[mr/akt]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...