18 November 2018

Analis: Kalau Jokowi terpilih lagi 2019, Dolar siap tembus Rp17.000

KONFRONTASI- Para analis dan ekonom menilai, kalau Jokowi terpilih lagi 2019, Dolar  siap  tembus Rp17.000-Rp18.000 karena berbagai kelemahan domestik, kelemahan fundamental ekonomi dan ketidakpercayaan AS/Uni Eropa kepada Jokowi yang dianggap ‘’sudah ngeblok ke China’’.  Artinya, ada  masalah geopolitik yang parah di situ. Problem geopolitik terjadi karena   AS/Uni Eropa  amat kecewa pada Jokowi yang ngeblok ke China dengan  OBOR-nya..

Demikian analisis pengajar/peneliti senior Herdi Sahrasad dari Universitas Paramadina dan F.Reinhard MA dari the New Indonesia Foundation dan Nehemia Lawalata, Tokoh GMNI Indonesia Timur yang juga mantan Sekretaris Prof Sumitro Djojohadikusumo. Mereka  memprediksi  di bawah Jokowi ke depan, ekonomi-politik makin ruwet dan  rupiah tembus sampai Rp17-19 ribu/dolar AS. ‘’Dan  Itu sangat mencemaskan atau bahkan mengerikan bagi dunia industry dan dunia usaha umumnya, ujar Lawalata jebolan FE Universitas Sam Ratulangie.

Jokowi- JK gagal bangun ekonomi rakyat. Pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin sulit untuk diprediksi. Pasalnya, mata uang negeri paman sam itu sudah tembus Rp 15.000 lebih dan cenderng naik terus karena kegagalan Jokowinomics yang menggeber infrastruktur melalui utang yang kini mencapai Rp5000 trilyun lebih.

Meski ada intervensi BI, Nilai mata uang garuda diprediksi masih akan loyo tahun depan karena Menkeu Sri Mulyani cs lembek dan telat mikir. Berbagai faktor baik dalam negeri ataupun luar menjadi bayang-bayang muram atas  rupiah pada pemerintahan Jokowi.

Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai kinerja rupiah pada tahun depan akan berada pada level  melemah.

Jokowi pada Pilpres 2014 digadang-gadang untuk menang dengan slogan Rupiah berpotensi menguat ke level 10.000 apabila Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih adalah Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tapi ternyata, setelah terpilih Rupiah malah terus melemah karena kepemimanan Jokowi-JK lembek, tidak fokus dan gagal mengatasi problem mendasar yakni pangan dan energy, bukan  infrastrukur. Justru masalah  ekspor yang datar atau menurun, naiknya harga pangan dan energy serta memburuknya nilai tukar rupiah jadi masalah berat.

‘’Kalau Jokowi  _Maruf terpilih, maka dolar bakal tembus Rp17.000 sebagai respon global dan domestic karena fundamental ekonomi kita lemah. Ingat ekspor kita melemah, impor masih tinggi.  Pendapat  Prof Anwar Nasution, Kwik Kian Gie dan Dr Rizal Ramli soal melemahnya daya beli rakyat juga  tidak  digubris/direspon secara cerdas oleh  Menkeu Sri Mulyani/Menko Darmin Nasution, sehingga rupiah kian terpuruk,’’ kata Herdi, Lawalata dan Reinhard. (FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...