Analis: Gibran Mencangkul atau Masuk Gorong-Gorong sudah Nggak Laku, Rakyat Gak Mau Ditipu Pencitraan Semu. Warga Solo masih Mau?

KONFRONTASI, SOLO- Beredar gambar Gibran calon walikota Solo lagi mencangkul, dan jika gambar itu betul, maka Gibran yang berpose nyangkul itu untuk pencitraan, imagologi dungu kayak bapaknya ke gorong-gorong. ''Pencitraan dungu ini dilihat masyarakat sebagai  tiplu-muslihat, masak sih warga Solo mau dikerjain lagi sama keluarga Jokowi? Gaya dan polah tingkah kayak gitu sudah tidak laku, pembodohan rakyat yang sudah usang. Pertanyaannya: apakah warga Solo masih mau disihir pencitraan semu dan dungu  itu? Demikian pandangan mantan Ketua Tim 11 KPU 1999/aktivis senior Gerakan 1998 Bennie Akbar Fatah dan  Haris Rusly Moti (Aktivis Mahasiswa 1998) mengomentari aksi Gibran mencangkul  dalam foto yang beredar di medsos.

''Mencangkul dan masuk gorong gorong itu tipu-muslihat bodoh dan tiruan yang tak laku lagi di masyarakat. Pemimpin itu bekerja dengan pemikiran/pikiran dan gagasan mengatasi masalah bangsa atau masyarakat warga, bukan masuk gorong gorong atau mencangkul yang jelas gaya orang dungu itu,'' kata Bennie dan Haris, para analis independen.

Bennie Akbar Fatah: Jika Jokowi Serang HAM ke Prabowo, Itu jadi ...

Bennie A  Fatah

Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyesalkan langkah Jokowi yang offside dan keterlaluan demi anak-mantu. ''Wah Pak Jokowi offside, keterlaluan demi anak & mantu,''tegas RR.. '''Ndak nyangka kirain budaya Solo itu santun, tahu diri, pertimbangkan rasa & etika. Lho kok ini anomali, vulgar ?'' tutur RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

Sedangkan analis politiik dan aktivis HAM Natalius Pigai mengatakan, perilaku Jokowi itu memalukan diri Jokowi sendiri. ''Sejak awal saya  dukung hak Gibran, tapi mulai hari ini, perilaku Jokowi memalukan diri. Otoritas negara dipakai utk menekan & amputasi hak partisipasi politik rakyat. Politik jijik & jorok. Semua KKN terpotret & terlihat dijejak digital,''ujar Pigai.

''Bermartabatlah,''tutur Pigai.

Bakal calon wali kota yang ditugaskan DPC PDI-P Solo, Achmad Purnomo mengaku dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ke Istana Negara Jakarta, Kamis (16/7/2020). Di Istana tersebut, Purnomo mengatakan kalau dirinya diberitahu oleh Presiden Jokowi jika pasangan calon yang direkomendasi DPP PDI-P maju di Pilwakot Solo 2020 itu bukan dirinya,melainkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa. Gibran sendiri adalah putra sulung Presiden Jokowi.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...