Alasan Ahok Mundur dari Gerindra Janggal, Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Ahok soal Tata Krama

KONFRONTASI - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengaku kaget dan sempat marah kepada Basuki Tjahja Purnama, atau biasa disapa Ahok, yang mundur dari Gerindra.

Hashim bercerita, pada Selasa lalu (9/9), ia masih terbaring di rumah karena demam tinggi. Tiba-tiba stafnya memberitahu bahwa Ahok mengancam akan mengundurkan diri dari Gerindra karena tak setuju dengan wacana partainya yang mendukung RUU Pilkada.

"Saya kaget dan langsung SMS Ahok. Besok paginya, Rabu pagi (10/9), Ahok balas SMS saya dan membenarkan. Ahok bilang kalau Gerindra tak konsisten lagi. Akhirnya saya bilang tenang dulu, dan harus dimusyawarahkan baik-baik, pasti ada solusi," beber Hashim dalam jumpa pers di Hotel Intercontinental, Jakarta (Senin, 15/9)

Tapi ternyata pada Rabu siang itu, lanjut Hashim, Ahok mengirimkan surat pengunduran diri ke DPP Gerindra. Hasyim mengaku dapat informasi itu dari Sekjen Gerindra Muzani. Hasyim mengaku kaget dan meminta dilakukan pertemuan Rabu malam dengan Ahok.

Saat bertemu Rabu malam, Hashim mengaku sempat marah pada Ahok. Pasalnya alasan mundurnya Ahok yang secara tiba-tiba tersebut sangat janggal.

"Saya tanya sudah ketemu dengan Pak Prabowo belum? Ahok bilang belum. Bahkan Ahok ternyata belum minta waktu untuk bertemu juga dengan Prabowo. Ini kan parpol bukan paguyuban atau arisan. Kenapa nyatakan mundur lewat media, bukan lewat mekanisme partai. Ahok bilang ke saya kalau dia sudah tak sejalan karena Gerindra dukung RUU Pilkada, " beber Hashim

Hashim pun mengingatkan Ahok jika didalam manifesto perjuangan dan enam aksi tranformasi gerindra tak ada yang menyebutkan jika Gerindra mendukung Pilkada langsung. Makanya mundurunya Ahok karena alasan tak setuju Pilkada tak langsung jelas janggal.

"Kalau di manifesto Gerindra tertulis mendukung Pilkada langsung itu baru bisa bilang Gerindra tak konsisten. Dalam Pancasila itu kita mengenal di sila keempat musyawarah dan mufakat. Jadi pikada oleh DPRD bukan inkonsistensi Gerindra," kata Hashim

Hasyim pun menejelaskan kepada Ahok jika Amerika Serikat, Jerman dan Inggris juga menganut pemilihan tidak langsung. Bahkan politis PDIP Kwin Kian Gie juga mendukung dilaksanakannya pilkada oleh DPRD.

"Jadi jelas saya mendapat kesan kalau mundurnya Ahok itu memang sudah direncanakan. RUU Pilkada hanya jadi alasan saja," kata Hashim

Dugaan mundurnya Ahok yang sudah terencana pun terlihat dari keputusan Ahok untuk mundur dari Gerindra hanya punya jeda waktu 18 jam sejak Ahok bilang tak setuju dengan Gerindra karena mendukung RUU Pilkada.

"Ini kan jelas aneh, padahal Ahok itu bukan kader biasa. Dia Ketua DPP gerindra. Gagasan mengundurkan diri hanya 18 jam, itu janggal," kata Hashim

Bahkan Hashim pun sempat membeberkan jika pada Senin sebelumnya (8/9), ia dan putranya Aryo Djojohadikusumo makan bareng bersama Ahok karena Aryo terpilih menjadi anggota DPR RI.

Tata Krama

Menurut Hasyim Djojohadikusumo, Ahok tak pantas ditiru oleh politis muda lainnya karena tak ada tata kramanya.

"Rabu malam setelah Ahok mengundurkan diri, saya sempat sindir dia masa ketua DPP Partai Gerindra hanya dalam waktu 18 jam bisa ada keputusan mengundurkan diri. Suratnya lewat kurir pula. Ahok sempat terdiam pas saya bilang itu," kata Hasyim di Hotel Intercontinental, Jakarta (Senin, 15/9)

Seharusnya jika memiliki tata krama, ungkapnya, mundurnya Ahok harus harus melalui mekanisme yang baik-baik juga. Menurut Hasyim beda pendapat dalam partai politik sangat wajar. Namun dalam etika berpolitik jika beda pendapat dan mau mundur jangan diumbar lewat media terlebih dahulu.

"Kalau dibahas baik-baik, ketemu Pak Prabowo, ketemu pengurus partai dan jelaskan dengan bahasa baik-baik. Kalau memang tetap tidak bisa sejalan dan beda keyakinan ya silahkan keluar. Kita sadar ini demokrasi dan Ahok bukan budak partai,"kata Hasyim

Hasyim pun mengaku sempat memberikan contoh pada Ahok saat Prabowo mundur dari Golkar tempo dulu. Prabowo dulu bicara baik-baik dengan Ketua Umum Golkar, JK. Prabowo menjelaskan jika ingin membangun partai Gerindra.

"Sampai sekarang Prabowo dan JK hubungan baik. Mereka sadar betul dalam politik beda pendapat wajar. Tapi ada tata kramanya,"kata Hasyimm

Tak hanya Prabowo, Hasyim pun sampaikan pada Ahok terkait sikap Kwik kian Gie yang selalu berbeda pendapat dengan Megawati Soekarnoputri. Bahkan terakhir Kwik mendukung Prabowo Subianto di pilpres 2014.

"Tapi Kwik tetap anggota setia PDIP," kata Hasyim

Makanya, adik kandung Prabowo ini mengaku mendapat kesan jika mundurnya Ahok sudah direncakan. Tapi Hasyim tak mau berspekulasi jika ada pihak yang mau menggembosi Gerindra lewat Ahok.[ian/rm]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...