Ahok: APBD DKI Ludes untuk Bayar Gaji, WC Saja Nggak Bersih

KONFRONTASI-Selama 2,5 tahun ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku hanya mengandalkan program corporate social responsibility (CSR) dalam membangun Jakarta.

Ia beralasan harus menggunakan perusahaan swasta menjalankan pembangunan di Jakarta karena dana APBD tidak tersedia saat itu.

Tahun 2012 lalu APBD DKI Rp41,3 triliun. Sementara itu di tahun 2013 meningkat menjadi Rp72,9 triliun. Bila seluruh dana APBD itu tidak digunakan untuk pembangunan, kemanakah disalurkan?

"Terus uang kita kemana? Saya nggak tahu," ujar Basuki di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (25/5).

Kata Ahok, anak buahnya di eksekutif banyak yang tidak suka dengan kepemimpinannya. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka yang berharap ia segera dijatuhkan dari kursi DKI 1.

"PNS paling ngomong begini "lu siapa sih" kira-kira begitu," kata Basuki menirukan PNS yang sering membicarakannya di belakang.

Pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan kebanyakan APBD DKI dihabiskan untuk membayar gaji PNS. Untuk itu, tidak ada anggaran yang dikeluarkan untuk membayar pembangunan.

"Saya muak, 2,5 tahun (memimpin Jakarta) nahan saja. Dimana kita pakai APBD? Cuma untuk gaji tok. WC pun nggak bersih," kata Ahok.[mr/rmol]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA