26 June 2019

Ada Isu Berantai Ketua KPU Terima Suap Rp 25 Miliar, masih Beredar

KONFRONTASI-Isu Pesan Berantai Ketua KPU Terima Suap Rp 25 Miliar, beredar Ketua KPU Husni Kamil Manik dikabarkan menerima suap untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Kabar ini muncul setelah marak pemberitaan mengenai beredarnya foto bareng Husni bersama sejumlah orang yang disebut-sebut kuat tim sukses Jokowi-JK.

Kabar Husni menerima sogokan muncul dalam pesan Black Berry Messenger (BBM) berantai, mulai petang tadi (Rabu, 23/7). Tidak diketahui siapa pembuat pesan. Dalam pesan yang disebar dengan mengklaim laporan intelijen itu sama sekali tidak tercantum nama seorang pun.

Dalam pesan disebutkan sogokan diterima Husni beserta timnya dari pengusaha keturunan dan pihak asing yang afiliasi politiknya sejak awal kepada Jokowi. Sogokan, masih kata pesan itu, ditransaksikan oleh dua jenderal yang menjadi tim sukses Jokowi-JK.

"Ketua KPU diperiksa aparat BIN dan sudah mengaku menerima 25 miliar dan data yang ada di KPU diplintir," begitu isi lain dari pesan tersebut.

Dalam pesan juga tertulis jika tindakan Husni Kamil ini sebagai kejahatan terstruktur.

"Hasil (Pilpres) yang telah KPU umumkan akan dibatalkan dengan batas waktu yang tidak ditentukan," masih kata pesan tersebut.

Pada bagian lain pesan tertulis informasi bahwa Presiden SBY turun gunung terkait berbagai kecurangan Pilpres yang terjadi. Presiden SBY bersama Menko Polkam, Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri, Mendagri, memanggil Ketua KPU ke Cikeas tadi malam setelah pengumuman.

"SBY buka tabulasi data yang cikeas punya, ternyata hasilnya Prabowo yang menang (54,75%) Jokowi (46,23%)," demikian isi pesan itu.

Soal isu ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik membantah telah menerima suap Rp 25 miliar dari sejumlah pengusaha keturunan untuk memenangkan Joko Widodo sebagai capres terpilih melalui manipulasi rekapitulasi suara. Husni menegaskan tuduhan tersebut sebagai fitnah untuk memojokkan dirinya.

"Sama sekali kabar itu tidak benar," kata Husni kepada Rakyat Merdeka Online (Indopos Grup) tadi malam (Rabu, 23/7).

Husni juga membantah kabar yang menyebut dirinya telah memenuhi panggilan Presiden SBY di Cikeas setelah mengumumkan rekapitulasi suara Pilpres 2014 pada Senin malam (22/7). Dikatakan dia, kabar bahwa dalam pertemuan tersebut SBY menyodorkan data real count Pilpres 2014 milik Cikeas yang memenangkan Prabowo-Hatta juga sebagai fitnah.

"Tidak satupun tuduhan itu yang benar," tegas dia.

Meski begitu Husni tak mau berprasangka buruk terkait fitnah yang dialamatkan terhadap dirinya pasca pengumuman pemenangan pilpres 2014 itu. Dia mendoakan pelaku yang memfitnah dirinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya sangat tidak mendidik masyarakat.

"Bagaimanapun, itu tidak akan merubah hasil pemilu presiden yang telah ditetapkan," demikian Husni.(Tribn/indopos/jpnn)
 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...