19 April 2019

Terorisme Bukanlah Jihad

KONFRONTASI-Peristiwa penabrakan dua pesawat komersial pada menara kembar World Trade Cente (WTC) di New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001 adalah titik balik beralihnya perhatian dunia pada dunia Islam.

Sejumlah label bagi Islam dan Muslim muncul menyusul peristiwa yang hingga kini masih dianggap memiliki banyak kejanggalan tersebut.

Islam dianggap dan disebut sebagai agama yang mengajarkan terorisme, mendorong praktik-praktik radikal, ekstrem dan kekerasan, sementara Umat Islam dipandang sebagai entitas yang mengancam kehidupan sosial, barbarik dan terbelakang.

Tiga belas tahun setelah peristiwa yang dikenal dengan 911 itu, muncul gerakan kekerasan yang mengatasnamakan Islam dengan nama ISIS (the Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam Irak dan Suriah yang mendapat perhatian global setelah merebut pemerintahan di Irak.

Jihadis

Mengaitkan Islam dengan terorisme berarti menciptakan permusuhan dengan sekitar 1,7 miliar Muslim di seluruh dunia.

Pada September 2016, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama mengatakan bahwa dia tidak akan menggunakan istilah Islamic terrorism atau "terorisme Islami" untuk merujuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dan mengaku melakukan kejahatan semacam itu atas nama Islam.

Politisi demokrat Hillary Clinton juga menolak menggunakan istilah radical Islamic terrorist atau "teroris Islam radikal" dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak berperang melawan Islam.

Namun, dia menggunakan istilah violent jihadist terrorists atau "teroris jihadis" yang masih mengaitkan terorisme dengan Islam, khususnya jihad yang merupakan salah satu ajaran dalam agama tersebut.

ISIS menyatakan kelompok mereka sebagai "jihadist" atau "jihadi" yang berarti orang yang melakukan jihad atau menurut mereka juga bermakna "perang suci".

Pengakuan para teroris itu ditelan mentah-mentah oleh para politisi dan media yang turut menyebut para teroris yang berlatar belakang Muslim sebagai jihadi atau jihadis.

Sementara banyak pihak masih belum bersepakat untuk mendefinisikan terorisme, jihad disebutkan dalam Al Quran dan dijabarkan secara jelas oleh para ahli fikih sejak berabad lalu.

Arti harfiah jihad berasal dari kata Arab yang berarti berjuang atau bekerja dengan penuh semangat, bersusah payah, tekun, rajin, dan bersungguh-sungguh.

Dengan makna ini setiap upaya untuk mencapai tujuan hidup adalah jihad, seperti belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan gelar pendidikan, melahirkan bayi, membela diri dan mempertahankan harta benda dari penjahat dan pencuri, dan bekerja untuk mendapatkan uang.

Sepanjang sejarah Islam, para sarjana Muslim telah mengembangkan makna jihad yang telah menghasilkan berbagai pandangan, terutama tentang bagaimana mempraktikkan jihad dalam kehidupan kontemporer oleh seorang Muslim.

Interpretasi yang berbeda tentang jihad tidak bisa dihindari, tetapi pendapat yang tak sama tersebut dapat diterima selama didasarkan pada dua sumber utama Islam yakni Al Quran dan hadis.

Karenanya, versi jihad menurut kelompok Al Qaeda dan ISIS/ ISIL (the Islamic State of Iraq and the Levant --Syam yang meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Israel dan Palestina) tidak dapat diterima karena tindakan mereka yang dianggap jihad dilakukan dalam bentuk kejahatan yang memakan banyak korban jiwa dan menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Fuqaha atau ahli hukum Islam praktis memang menjelaskan makna jihad dari suatu kondisi peperangan atau perlawanan terhadap sesuatu yang dapat membahayakan wilayah Islam serta Muslim dan non-Muslim yang tinggal di wilayah itu.

Bentuk jihad ini juga disebutkan dalam Al Quran dalam surat Al Baqarah ayat 190-191 yang karena ayat-ayat itu mengandung perintah, jihad untuk Muslim adalah sebuah kewajiban.

Namun, jihad sebagai tindakan militer hanya dapat dilakukan dalam keadaan tertentu dan harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya adalah diserukan oleh pemimpin Islam yang satu, tidak merusak alam, dan tidak memerangi mereka yang lemah, seperti kaum perempuan, anak-anak, orangtua bahkan para pemuka agama.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...