Sejumlah Pusaka Peninggalan Rasulullah akan Dipamerkan di Martapura

KONFRONTASI-Benda pusaka milik Rasulullah Nabi Muhammad SAW akan dipamerkan di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan sehingga masyarakat yang ingin melihat secara langsung sejumlah pusaka peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabat akan bisa terwujud.

"Tak lama lagi, puluhan pusaka peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang merupakan artefak asli akan dipamerkan di Martapura melalui kerja sama dengan Geri Warisan MAR Malaysia," kata Bupati Banjar Khalilurrahman di Banjar, Rabu (22/1) saat menerima tamu dari Geri Warisan MAR Malaysia yang dipimpin oleh Nik Abdul Naseer Bin Hamzah, sebagai pelaksana pameran tersebut.

"Setidaknya dipamerkan sebanyak 35 benda pusaka peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau," tambah bupati didampingi Sekda M Hilman dan Kadis Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar M Aidil Basith.

Ia menjelaskan bahwa pusaka yang dipamerkan itu di antaranya rambut, sepatu, bekas tapak kaki, darah bekam, tongkat, panah (busur), serban, tempat air minum zamzam, dan cemeti (cambuk) kuda milik Rasulullah Muhammad SAW.

Sedangkan pusaka milik sahabat nabi, antara lain pedang Muaz bin Jabal, pedang milik Amru bin Ash, pedang milik Usman Bin Affan, pedang milik Ali Bin Abi Thalib, Al Quran emas milik Kesultanan Turki Ustmani, dan banyak lainnya.

"Rencananya pameran akan kami selenggarakan menjelang haul ke-15 Guru Sekumpul. Tempatnya di Balai Pertemuan di Indrasari dekat Stadion Demang Lehman Kota Martapura," kata Kadis Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar M Aidil Basith.

Mantan Kadishub Banjar itu menambahkan pameran benda pusaka peninggalan Nabi Muhammad SAW itu bertujuan memperlihatkan secara nyata dan dekat kepada masyarakat bagaimana wujud dari benda-benda pusaka itu.

"Bupati Khalilurrahman menyambut antusias pameran itu saat menerima tamu dari Malaysia. Beliau mengajak masyarakat di Kabupaten Banjar sama-sama melihat dari dekat benda-benda bersejarah itu," demikian M Aidil Basith.(mr/tar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...