17 August 2018

Sebenarnya Berbuat Maksiat itu Susah !

Sebenarnya berbuat maksiat bukanlah hal yang mudah. Melakukan dosa juga tak segampang yang kita bayangkan. Benarkah demikian?

Ya, melakukan dosa memang sangat sulit “pada awalnya”. Karena kita memiliki sistem imun dalam jiwa yang akan menahan dan mencela kita saat melakukan maksiat. Sistem imun tersebut dinamakan “Nafsul Lawwamah”, yaitu nafsu yang mencela perbuatan kita.

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).” (QS.Al-Qiyamah:2)

Tentu kita pernah merasakan, saat awal kita melakukan suatu maksiat rasanya begitu berat dan sulit. Setelah dosa itu kita lakukan, pikiran kita akan dipenuhi penyesalan yang sangat dalam. Bahkan sampai kita tidak bisa tidur.

Itu semua terjadi karena sistem imun dalam tubuh kita masih kuat untuk menahan kita dari dosa dan kemaksiatan.

Berbuat dosa memang sulit pada awalnya.

Namun kesempatan kedua menjadi lebih mudah.

Selanjutnya mulai bisa menikmati.

Nafsul lawwamah semakin terkikis hingga penyesalan dari dosa semakin tipis.

Semakin lama semakin terikat.

Terulang lagi semakin nikmat.

Mulailah perbuatan haram itu tertanam dalam hati.

Lalu mengajak kita untuk mencoba dosa-dosa yang lain.

Orang yang sholeh pernah berpesan,

“Bila jiwamu mengajak kepada kemaksiatan, ajaklah ia bicara dan tanyalah dengan sebuah ayat,

قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا

Katakanlah (Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?” (QS.Al-Furqan:15)

Salah satu balasan langsung yang akan dirasakan manusia saat berbuat dosa adalah penyesalan yang menggelisahkan hatinya. Namun bila rasa penyesalan ini telah hilang, maka sungguh itu adalah adzab yang terbesar.[***]

Semoga bermanfaat…

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...