Melihat Islam yang Sesungguhnya

Jason Leger pekan lalu turut dalam demonstrasi menentang Islam di depan masjid di Phoenix, sambil mengenakan T-shirt yang menghina Islam. (Reuters/Nancy Wiechec)

 Kurangnya komunikasi antar agama dan dipicu oleh kebrutalan yang dilakukan oleh kelompok radikal ,yang mengatas namakan Islam, maka di berbagai belahan dunia, tercipta kelompok kelompok anti Islam. Yang tidak dapat membedakan antara teroris yang mengaku Islam dengan agama Islam yang sesungguhnya.

Setelah  baru baru ini di Australia, terjadi bentrok antara kelompok anti Islam dan kelompok anti racis,kini demontrasi anti Islam  menjalar hingga ke Amerika Serikat.Salah seorang dari demonstrans tersebut adalah Jason Leger..

Pria ini mengenakan T-shirt yang menghina Islam dan berada di barisan demonstran anti-Islam pada aksi Jumat pekan lalu di depan sebuah masjid di Phoenix, Amerika Serikat.

Jason Leger Diajak Masuk Masjid dan Berubah Total

Oleh pengurus Masjid, Jason Leger dan pamannya Paul Griffith ,malah diundang masuk kedalam masjid. Begitu memasuki masdjid, keduanya menyaksikan umat Muslim sedang melakukan Sholat . Mereka terdiam dan mulai bertanya banyak tentang Islam.

Ternyata Islam yang ada dihadapan mereka bertolak belakang dengan :” Islam” yang ada dibenak mereka, karena mengira sama dengan :”Islam “,pelaku kekerasan di dunia.

Menurut Leger, pemandangan yang dia saksikan kala itu sangat indah, jauh berbeda dengan kengerian yang santer didengungkan oleh para pembenci Islam.

"Saat saya duduk dan mendengarkan mereka, benar-benar masuk ke dalam masjid mereka, dan menyaksikan ibadah mereka, itu adalah hal yang indah, dan mereka menjawab semua pertanyaan saya," kata Leger. Dia mengatakan bahwa pandangannya selama ini soal Islam telah berubah

(sumber : cnn,Indonesia)

Cara Pendekatan Yang Sama Juga dilakukan di Australia

Cara pendekatan yang persuasive yang dilakukan oleh Imam masjid di Phonix –Amerika Serikat ini, juga sudah diterapkan di Australia. Antara lain,kunjungan Uskup ke Masjid

Bahkan belum lama ini telah diselenggarkan  acara barbeque bersama antar umat lslam dan lintas agama.Komunikasi yang baik,telah memperjelas,bahwa kelompok radikal yang menamakan diri mereka :”Islam” ,bukan merupakan representative dari agama Islam yang sesungguhnya.

Wollongong. 5 Juni , 2015

Tjiptadinata Effendi (KCM)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA