Kisah Abu Bakar As-Shiddiq Infaqkan Seluruh Hartanya di Jalan Allah

KONFRONTASI-Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq radhiyallahu 'anhu bukanlah seorang Rasul, namun beliau termasuk sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Keutamaannya tak pernah habis untuk diceritakan. Beliau merupakan orang yang paling kuat keimanannya setelah para Nabi.

Diceritakan dalam "Biografi Khalifah Ar-Rasyidin", pada suatu hari Abu Bakarduduk di sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan menggunakan jubah yang lusuh, tua, dan robek-robek. Bahkan hingga pinggir-pinggirnya disambung dengan pelepah kurma dan ranting pepohonan.(Baca Juga:Kisah Heroik Abu Bakar Saat Menemani Rasulullah Hijrah)

Kemudian Malaikat Jibril 'alaihissalam turun kepada mereka dan berkata, "Wahai Muhammad, mengapa Abu Bakar mengenakan jubah dengan kayu-kayu?" Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab pertanyaan itu, "Wahai Jibril, ia telah menginfaqkan semua hartanya untukku sebelum kejadian Fathu Makkah".

Kemudian Jibril kembali berkata: "Allah memberikan salam padamu dan memerintahkan aku bertanya kepadamu, 'Apakah kamu ridha denganKu dengan kondisi kemiskinanmu ini ataukah kamu merasa marah?"

Mendengar perkataan Jibril itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada Abu Bakar. "Wahai Abu Bakar, Allah Ta'ala memberikan salam padamu dan bertanya kepadamu, apakah kamu ridha denganku dengan kondisi kemiskinanmu ini ataukah kamu merasa marah?"

Maka Abu Bakar menjawab pertanyaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم itu dengan suara yang dipenuhi rasa cinta yang meluap-luap. "Bagaimana aku bisa marah dengan Tuhanku?" kemudian ia melanjutkan kata-katanya, "Aku merasa ridha dengan ketentuan Tuhanku. Aku merasa ridha dengan ketentuan Tuhanku. Aku merasa ridha dengan semua ketentuan Tuhanku."

Allah Ta'ala pun memuji sikap Abu Bakardan diabadikan dalam Al-Qur'an:

وَسَيُجَنَّبُهَا الۡاَتۡقَىۙ
الَّذِىۡ يُؤۡتِىۡ مَالَهٗ يَتَزَكّٰى‌ۚ
وَمَا لِاَحَدٍ عِنۡدَهٗ مِنۡ نِّعۡمَةٍ تُجۡزٰٓىۙ
اِلَّا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِ الۡاَعۡلٰى‌ۚ
وَلَسَوۡفَ يَرۡضٰى

"Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (Yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya. Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kesenangan (yang sempurna)." (QS. Al-Lail Ayat 17-21)

Kalangan ulama tafsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar sehingga sebagian dari mereka ada yang meriwayatkannya sebagai suatu kesepakatan di kalangan ulama tafsir.

Untuk diketahui, Abu Bakar adalah bangsawan di kalangan Quraisy dan saudagar kaya sejak sebelum masuk Islam. Perniagaannya melampaui negeri-negeri jiran. Maka tak heran ketika memeluk Islam beliau menjadi salah satu penopang dakwah dan jihad dengan kelebihan harta yang dimilikinya.

Sebagaimana dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal, beliau juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak.

Abu Bakar dengan pengorbanan harta membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan. Diriwayatkan bahwa Abu Bakar As-Siddiq memiliki 9 toko yang semuanya habis dibuat untuk kepntingan Islam.

Beberapa budak yang dibebaskan Abu Bakar antara lain Bilal bin Rabbah, Abu Fakih, Ammar, Abu Fuhaira, Lubainah, An Nahdiah, Ummu Ubays, Zinnira radhiyallahu 'anhum. Demikian keutamaan Sayyidina-Abu Bakar, semoga kita bisa mengambil hikmah dan iktibar dari kisah beliau.[mr/snd]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...