20 June 2018

Khalifah Mu'tasim dan Pelarangan Cadar

Oleh: Abu Selma

Membandingkan kejadian ketika seorang muslimah yang "dilecehkan" tentara romawi di Amuria (Turqi),  sampai terjadi perang dahsyat antara tentara muslim dengan romawi hingga pembebasan Amuria dan terbunuhnya ribuan tentara rumawi dengan "pelarangan"  cadar bagi mahasiswi muslimah di UIN Yogya,  mungkin tidak sebanding, karena pelecehan seorang muslimah oleh tentara kafir rumawi dengan pelarangan memakai cadar oleh seorang rektor muslim kepada para mahasiswi yg bercadar.

Namun narasi ini menggambarkan, betapa kehormatan seorang muslimah mesti dibela,  apa jadinya jika kejadian pelarangan bercadar ini terjadi zaman khalifah, karena walau cadar itu bukan kewajiban,  namun menjadi salah satu kehornatan wanita muslimah jika "diganggu" bahkan diancam kalau masih digunakan.

"mana Mu'tasim, tolong aku?"

Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah.

Ketika itu, al-Mu’tasim, khalifah di masa Bani Abbasiyah, sedang memegang gelas untuk minum ketika didengarnya seorang muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi. Khalifah pun langsung berseru kepada panglima perangnya agar bersiap menuju Ammuriah, tempat dimana muslimah tersebut berteriak meminta tolong.

Konon, muslimah itu keturunan Bani Hashim dan sedang berbelanja di sebuah pasar di kawasan negeri di bawah kekuasaan Romawi, di utara benua Asia, yakni tepatnya di kota Ammuriah, kawasan Turki hari ini. Di saat sedang berjalan itulah, sang muslimah diganggu oleh seorang lelaki Romawi dengan menyentuh ujung jilbabnya hingga dia secara spontan berteriak : “Wa Mu’tashamah….!!!” Yang juga berarti “Dimana kau Mu’tasim…Tolonglah Aku”

Teriakan muslimah tersebut akhirnya sampai ke telinga Khalifah al-Mu’tasim. Puluhan ribu tentara pun digelar mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.

Hanya seorang Muslimah yang dilecehkan kafir Romawi dan berteriak ‘Wahai Mu’tasim” maka sang khalifah tersentuh hatinya dan terbakar ghiroh Islamnya sehingga dilancarkanlah serangan penaklukan ke Ammuriah hingga sang Muslimah akhirnya bisa dibebaskan.

Sejak Dahulu Kaum Muslimin Wajib Dibela!

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, dikisahkan ada seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang Muslimah dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslimin untuk membantu dan Nabi SAW., mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah. Subhanallah!

Category: 
Loading...