Deteksi Dini Aksi Bullying Pada Anak

Konfrontasi – Tindak kekerasan pada anak usia dini dan remaja semakin marak di sekitar masyarakat. Aksi bullying telah memakan korban fisik dan mental yang sudah tidak terhitung.

Para orang tua yang menemukan anaknya terluka saat pulang sekolah atau bermain pasti ketakutan dan marah. Namun, tindakan bullying umumnya memiliki tanda awal yang dapat diketahui. Beberapa karakter korban antara lain luka-luka mencurigakan di tubuh, peralatan sekolan hilang dan rusak, sering sakit, pola makan menurun, susah tidur nyenyak, mimpi buruk, prestasi belajar turun, malas, gugup dan minder serta memukuli diri sendiri.

Menurut para ahli psikologi anak, para korban enggan bercerita pada orang tua karena tiga faktor. Pertama, anak-anak salah menerima informasi mengenai sifat pengecut. Pertolongan orang tua justeru dianggap menurunkan harga diri di depan temannya.

Kedua, perasaan malu anak saat orang dewasa mengetahui masalah pribadinya. Hal ini banyak ditemukan pada korban pelecehan seksual dan verbal. Terakhir, korban merasa terisolasi dan tidak berharga di mata keluarga. Sehingga mereka memilih bungkam dan menutup diri. Sayangnya, masalah ini cenderung berakhir pada tindakan kriminal yang tidak terduga seperti pembunuhan dan pencurian. 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...