Cerita Puasa Tasya Kamila di New York, Sempat Kebingungan karena Hal Ini

KONFRONTASI -   Sejumlah negara tentunya memiliki durasi berpuasa yang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan zona waktu setempat.

Selain di Indonesia, tentu ada negara lain yang memiliki jam berpuasa lebih lama, seperti di Amerika Serikat.

Menjalankan puasa di Negeri Paman Sam ini bisa hingga 16 jam, hal itu lah yang dirasakan oleh mantan penyanyi cilik Tasya Kamila.


Tasya pernah menjalankan puasa selama 16 jam ketika ia menjalani pendidikan S2 jurusan Public Administration di Columbia University, New York, Amerika Serikat.

"Di sana itu puasanya lebih panjang. Dari jam 4 pagi sampai jam 9 malam, sekitar 16 jam," ujar Tasya yang dikutip dari laman kompas.com.

Meski waktu berpuasa yang lebih lama dibandingkan dengan Indonesia, Tasya mengaku tidak merasa berat dalam menjalaninya.

Hal itu dikarenakan Tasya memiliki kegiatan yang padat ketika ia bersekolah di Amerika.

"Entah kenapa aku ngerasanya ringan puasa di sana kali ya, karena mungkin banyak kegiatan, waktunya itu enggak terasa, " kata Tasya.

Saat puasa, ujian yang sering datang pada setiap orang adalah rasa haus yang sangat besar.


Akan tetapi, ini tidak dirasakan oleh Tasya meski waktu berpuasa dia lebih lama, bahkan ia pun menganggap jika puasa selama 16 jam seakan sangat cepat.


"Cepat banget, sudah magrib aja, padahal durasi puasanya lebih panjang. Mungkin karena udaranya juga adem, engga kepanasan engga ngerasa haus," tambah Tasya.

Namun, rasa bingung sempat menghampiri Tasya ketika ia akan menjalankan puasa pertama di Amerika.

Tasya mengaku tidak mengetahui kapan puasa di Amerika bisa dimulai.


"Di Indonesia ada sidang isbatnya, terus dikasih tahu secara official tanggal berapa dimulainya. Sementara pas waktu di New York aku itu bingung pertama kali puasa hari apa jatuhnya," cerita Tasya beberapa waktu lalu.

Akibat kurang mengetahui informasi mengenai awal puasa, akhirnya Tasya mengikuti orang-orang di sana yang juga menjalankan puasa.


"Akhirnya aku ngikut aja, semuanya kita ngikutin yang mayoritas di sana. Waktu itu samalah sama di Indonesia, hari awal hari pertama puasa," ungkapnya(jft/Tribun)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA