Bagaimana SIkap Kita Saat Tahu Jeleknya Orang Baik?

KONFRONTASI -  SAUDARAKU, sebagaimana kita sadari dan pahami dewasa ini, melalui media kita menjadi tahu jeleknya orang-orang baik dan baiknya orang-orang jelek.

Tak sampai disitu saja, bahkan kita juga menjadi tahu, bagaimana cara media menjelek-jelekkan orang-orang baik dan membaik-baikkan orang-orang jelek.

Lebih jauh lagi, kita menjadi paham bagaimana orang-orang kerdil dibesar-besarkan dan orang-orang besar dikerdil-kerdilkan.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan, seorang pembohong dibenarkan dan seorang yang jujur dianggap berbohong, seorang pengkhianat dipercaya dan seseorang yang dipercaya dianggap khianat, dan saat itu Ruwaibidhah akan berbicara."

Ditanyakan kepada beliau, "Siapakah Ruwaibidhah itu?" Beliau menjawab, "Ia adalah orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat)."

Selain itu, ketika hari demi hari kita kehilangan satu per satu ulama kita, hal itu merupakan suatu musibah dan tanda-tanda akhir zaman.

Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

'Tidak akan tiba hari Kiamat hingga Allah mengambil orang-orang baik dari penduduk bumi, sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang yang jelek, mereka tidak mengetahui yang baik dan tidak mengingkari yang munkar'."

Masih berkenaan dengan hal diatas, diriwayatkan dari Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya Radhiyallahu anhum, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

"Akan datang pada manusia suatu zaman di mana mereka akan dipilih, hingga yang tersisa dari mereka hanyalah orang-orang yang hina, perjanjian-perjanjian dan amanah mereka telah bercampur (tidak menentu), dan mereka berselisih, maka mereka seperti ini." Beliau merenggangkan jari-jemarinya (menunjukkan keadaan mereka yang saling bermusuhan)."

Tidakkah kita mengambil ibrah dari hadits tersebut dan kenyataan media yang selama ini turut kita simak? Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam petunjuk-Nya. Aamiin. (Juft/  Inilah)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA