Untuk Melindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Rela Korbankan Nyawa

KONFRONTASI - Tragedi gempa yang melanda Italia tengah belum berakhir. Bahkan, berbagai drama kematian semakin menyayat, ketika petugas penyelamat mencari korban yang tertimpa reruntuhan.
Hingga Sabtu (27/8/2016), jumlah korban gempa yang terjadi pada Rabu dinihari lalu, terus bertambah menjadi 291 orang.

Satu peristiwa pilu yang membuat petugas penyelamat terpukau adalah temuan mayat seorang gadis kecil yang berusia 9 tahun, Jumat lalu.

Gadis kecil ini bernama Giolia Rinaldo. Ia tewas dalam kondisi memeluk adiknya yang berusia empat tahun, bernama Giorgia.

Awalnya, media menyebutkan Giulia selamat. Namun ternyata, yang berhasil dikeluarkan dari puing itu adalah Giorgia, sang adik yang masih berusia empat tahun.

Gilia sendiri meninggal dalam posisi mendekap adiknya saat rumah mereka runtuh, membiarkan punggungnya tertimpa beton, membentengi agar reruntuhan tidak menyentuh adiknya.

Ajaib, Giorgia masih hidup dan langsung mendapat bantuan pernafasan dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit.Giorgia berhasil ditarik keluar dari reruntuhan. Ia hidup dan tidak mendapat luka sedikitpun. Namun dalam kondisi pingsan karena kekurangan cairan.

Dari seluruh korban yang ditemukan, 21 di antaranya bayi dan anak-anak.

Penggalian di kediaman dua bocah ini terasa mencekam. Semua yang melihat menangis, bahkan histeris, termasuk petugas pemadam kebakaran yang terus berpacu dengan waktu, mencari tanda- tanda kehidupan di tengah empat kota yang rata dengan tanah di wilayah Umbria.

Semua orang menangis menyampaikan simpati dan berusaha menyentuh peti mati Giolia yang berwarna putih. Ia telah menjadi pahlawan kecil yang luar biasa.

Peti matinya dipenuhi karangan bunga. Saat peti mati itu digotong ke ambulans setelah misa bagi korban di sebuah aula, seluruh orang yang berbaris memberi tepuk tangan sebagai penghormatan.

Giulia dimakamkan bersama 35 korban yang ditemukan terakhir.

"Kami minta maaf, kami tiba terlambat. Saat itu kamu sudah berhenti bernapas. Tapi aku ingin kau tahu di sana, bahwa kamu telah melakukan semua hal demi cinta yang kamu miliki," kata Uskup Giovanni

D'Ercole yang memimpin misa.Presiden Italia Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Matteo Renzi menyatakan gempa di Italia tengah sebagai pekan berkabung nasional. Keduanya juga hadir dalam pemakaman kemarin.

Massimo Caico, petugas pemadam kebakaran yang menarik dua gadis kecil ini keluar mengatakan kepada surat kabar La Repubblica, Italia bahwa posisi tubuh gadis yang lebih tua tidak hanya melindungi adiknya, tetapi juga membuat kantong udara di bagian dadanya yang memungkinkan Giorgia untuk bertahan hidup.

Dia menceritakan, anjing pelacak bernama Labrador, memberi tanda bahwa ia mencium sesuatu. Penyelamat mulai menggali.

Awalnya mereka menemukan boneka dan kemudian kaki manusia yang sudah dingin. Kaki itu adalah milik Giulia.

"Lalu kami melihat tanah di dekatnya bergerak berirama, seperti orang bernafas. Kami lalu meraba ada tubuh lain di bawah gadis itu."

Menurut laporan terakhir, Giorgia masih syok dan belum bisa berbicara. Dia hanya tidur, menangis dan meminta boneka dan ibunya yang diketahui juga selamat, tapi juga dalam kondisi cedera.(Juft/Trbn)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA