21 November 2017

UEA Bantah Keras Bobol Situs Berita Qatar

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash (ist)

KONFRONTASI-Uni Emirat Arab (UEA) membantah tegas bertanggung jawab atas peretasan situs kantor berita pemerintah Qatar, yang belakangan memicu sengketa diplomatik beberapa negara Timur Tengah dengan Qatar.

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, menegaskan berita yang dimut koran The Washington Post sebagai berita palsu.

"Berita Washington Post hari ini bahwa kami meretas (situs ) Qatar adalah tidak benar," tuturnya kepada lembaga pemikir strategis Inggris, Chatham House.

Tanggal 24 Mei lalu, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dikutip memuji gerakan Hamas yang menguasai Gaza dan menyebut Iran sebagai 'kekuatan Islam'.

Belakangan, pada 5 Juni, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir menyatakan pemutusan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar, yang mereka anggap mendanai kelompok-kelompok militan serta menjalin persekutuan dengan musuh wilayah, Iran.

Akibat pemutusan hubungan diplomatik dan transportas tersebut, Qatar -yang amat tergantung pada bahan pangan dan beberapa produk lain- harus mengandalkan jalur pasokan baru, antara lain dengan menggunakan pelabuhan Oman.

Sementara itu Iran dan Turki ikut membantu dengan menggunakan jalur udara untuk memasok bahan pangan ke Qatar.

The Washington Post juga menerbitkan bantahan dari Duta Besar UAE untuk Amerika Serikat, Yousef al-Otaiba.

"UEA tidak punya peran sama sekali dalam dugaan peretas yang disebut di artikel itu. Yang benar adalah perlilaku Qatar. Mendanai, mendukung, dan memungkinkan para esktremis, dari Taliban ke Hamas, dan Qadafi. Memicu kekerasan, mendorong radikalisasi dan merongrong stabilitas tetangga-tetangganya."

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...