2 April 2020

Taman Nasional Uluru Tiba-tiba Sepi Pengunjung

KONFRONTASI-Beberapa bulan lagi pendakian bukit batu Uluru di Australia Tengah akan ditutup. Sejumlah pelaku usaha dan otoritas setempat merumuskan inisiatif agar wisatawan tetap ramai berkunjung ke situs monolit kuno itu pascapenutupan.

Larangan pendakian di Uluru mulai berlaku pada 26 Oktober 2019. Turis berbondong-bondong ke Australia tengah untuk memanjat Uluru.

Beberapa orang mempertanyakan apakah jumlah wisatawan akan anjlok setelah penutupan

Pengelola Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta di Australia tengah mengatakan tawaran wisata yang difokuskan pada budaya dan negara akan dapat membuat orang tetap mengunjungi taman nasional ini.

Manajer taman nasional Uluru-Kata Tjuta, Mike Misso mengatakan, pihaknya telah mengajukan beberapa rencana untuk mendefinisikan kembali situs yang telah menjadi tujuan wisata ikonik di Australia ini.

IFrame
Dia mengatakan ide-ide baru sedang dirundingkan dengan operator tur komersial, dan mereka termasuk sejumlah usaha yang melibatkan pemilik tradisional dan pelaku usaha.

"Ide-ide ini akan memberi pengunjung pengalaman yang fantastis berdasarkan budaya dan alam tetapi juga memberi manfaat bagi pemilik tradisional," kata Misso.

Larangan memanjat batu Uluru akan mulai diberlakukan pada 26 Oktober mendatang.

Sejak penutupan itu diumumkan fasilitas akomodasi di pusat wisata Yulara, yang terletak lebih dari 440 kilometer barat daya Alice Springs mengaku kewalahan melayani pengunjung.

Bahkan sejumlah operator menggambarkan permintaan akomodasi tahun ini sangat luar biasa.

Mike Misso mengatakan mereka sadar beberapa orang bergegas untuk mendaki Uluru dan jumlah pengunjung dapat menurun drastis setelah larangan itu diberlakukan.

"Kami memperkirakan jumlah kunjungan akan sedikit anjlok, karena ini adalah pengunjung yang datang untuk memenuhi harapan terakhir mereka," kata Mike Misso.

Tetapi Misso mengatakan dirinya tetap optimis tentang masa depan wisata di taman nasional Uluru-Kata Tjuta.

"Mereka yang datang belakangan ini mungkin akan menjadi orang-orang yang akan datang kembali ke sini dalam tiga hingga lima tahun mendatang."

"Tetapi kami masih berharap jumlahnya akan tetap tinggi setelah penutupan pendakian," katanya.

Pemilik tradisional Sammy Wilson, yang memimpin dewan taman nasional Uluru-Kata Tjuta, memiliki pendapat serupa.

"Dari generasi ke generasi akan selalu ada orang yang ingin mengunjungi Uluru," katanya.

Wilson - yang sebelumnya terkenal karena menyatakan Uluru bukan taman hiburan "seperti Disneyland" - mengatakan dia tidak keberatan orang-orang yang bergegas untuk memanjat sebelum larangan diberlakukan.

Namun, katanya, bahwa setelah itu, ia berharap orang-orang akan menghormati keinginan masyarakat Anangu setempat.

"Kami tidak bermaksud menjauhkan batu dari wisatawan yang datang berkunjung ke wilayah kami. Tapi hanya saja kami ingin masyarakat menghormati keputusan kami," katanya.

 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...