Suriah Menang, Barat Menjerit

KONFRONTASI - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, setiap kali pasukan perlawanan mencapai kemenangan, jeritan negara-negara Barat akan terdengar.

Dia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati di Damaskus, Kamis (12/4/2018).

Mengacu pada ancaman serangan AS terhadap Suriah, Assad menandaskan, setiap tindakan potensial Barat di Suriah, tidak akan membawa apapun kecuali ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan serta membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.

"Gerakan mencurigakan Barat belakangan ini bertujuan untuk mengubah perimbangan di lapangan yang menguntungkan para teroris," tambahnya.

"Setelah Ghouta Timur bebas, beberapa negara Barat mengancam akan menyerang Suriah atas dasar kebohongan yang mereka buat sendiri. Ini menandakan bahwa mereka kembali gagal dalam sebuah masalah, yang sudah diperhitungkan dalam perang dengan Suriah," jelas Assad.

Sementara itu, Velayati menuturkan, puluhan negara telah mengobarkan perang habis-habisan terhadap rakyat dan pemerintah Suriah selama tujuh tahun. Perang ini dimulai dengan arahan langsung AS.

"Namun, Suriah hari ini tidak lebih lemah dari tujuh tahun lalu, dan AS juga tidak lebih kuat dari tujuh tahun sebelumnya," tegas Velayati.

Para pejabat Amerika, termasuk Menteri Pertahanan James Mattis, dalam beberapa hari terakhir berbicara tentang kemungkinan serangan militer AS di Suriah dengan alasan dugaan serangan kimia di Douma.

Sabtu lalu, kelompok teroris Jaish al-Islam di Douma menuding tentara Suriah melakukan serangan kimia ke daerah itu yang menewaskan puluhan warga sipil. Pemerintah Damaskus membantah keras tuduhan tersebut.[ian/pars]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...