18 August 2019

Subhanallah, Azan Bergema di Seluruh Selandia Baru Sepekan setelah Teror Christchurch

KONFRONTASI -   Kumandang azan menggema di Christchurch dan seantero Selandia Baru sepekan usai teror di dua masjid di negara itu. Ribuan umat Muslim dan masyarak Negeri Kiwi tampak berkumpul di berbagai titik untuk mengenang 50 korban yang tewas pada hari kelam seminggu lalu.

Melansir Reuters, Perdana Menteri Jacinda Ardern turut hadir di Taman Hagley yang terletak di depan Masjid Al-Noor, tempat sebagian korban meninggal dalam serangan teroris. Sekitar 5.000 orang yang hadir berdiri di taman itu, wajah mereka masih diwarnai raut duka.

"Selandia Baru berduka bersama kalian. Kita satu," kata Ardern yang diikuti dengan hening cipta selama dua menit.

Sebagian besar korban penemabakan massal terburuk dalam sejarah Selandia Baru ini adalah imigran dan pengungsi dari Pakistan, India, Indonesia, Malaysia, Turki, Afghanistan, Turki, Somalia, dan Turki.

"Hati kita terluka, namun kita tak hancur. Kita tetap hidup, kita berdiri bersama, kita bertekad tak akan membiarkan seorang pun memecah kita," kata Imam Fouda kepada para hadirin, banyak yang mengenakan penutup kepala.

"Kepada para keluarga korban, orang yang kalian cintai tak mati dalam kesia-siaan. Darah mereka yang tumpah mengairi bibit-bibit harapan," sambungnya dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Pemerintah Selandia Baru pimpinan Ardern langsung mengecam serangan keji itu sebagai aksi terorisme. Ia pun langsung mengumumkan larangan senjata api semi-otomatis pada Kamis lalu sebagai bagian dari reformasi aturan persenjataapian. Senjata-senjata yang dilarang adalah yang digunakan teroris Christchurch.(Jft/Kabar24)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...