20 June 2018

Stephen Hawking Meninggal Dunia

KONFRONTASI - Ilmuwan asal Inggris, Stephen Hawking dilaporkan meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kabar kematian Hawking dibenarkan oleh pihak keluarga.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Hawking menyatakan bahwa memang benar pria yang menggunakan kursi roda itu telah tutup usia. Namun, mereka tidak memberikan rincian penyebab kematian Hawking.

"Kami sungguh sedih bahwa ayah kami tercinta telah meninggal dunia hari ini. Dia seorang ilmuwan yang hebat dan pria luar biasa yang kinerja dan peninggalannya akan hidup untuk bertahun-tahun ke depan," bunyi pernyataan keluarga Hawking, seperti dilansir BBC pada Rabu (14/3).

"Dia adalah seorang yang berani dan teguh, bahwa kecemerlangan dan humornya mengilhami orang-orang di seluruh dunia. Dia pernah berkata, "Tidak akan banyak alam semesta jika tidak ada tempat bagi orang yang Anda cintai". Kami akan merindukannya selamanya," sambungnya.

Seperti diketahui, Hawking mengidap penyakit motor neuron sejak 1963. Meski demikian, pria berkacamata itu tetap melanjutkan studinya di Universitas Cambridge dan menjadikannya sebagai salah satu fisikawan paling berpengaruh di dunia modern.

Dirinya terkenal dikenal karena tulisan-tulisanya mengenai lubang hitam dan relativitas. Dia juga telah menulis beberapa buku sains populer termasuk "A Brief History of Time".

Dia merupakan orang pertama yang mengemukakan teori kosmologi sebagai gabungan relativitas dan mekanika kuantum. Dia juga menemukan bahwa lubang hitam telah bocor dan memudar, suatu fenomena yang kemudian dikenal sebagai radiasi Hawking.

Kisah hidupnya sempat diangkat ke dalam film layar lebar berjudul 'The Theory of Everything' pada tahun 2014 lalu. [ian/snw]

Category: 
Loading...