Soal LCS, Australia Didesak Lebih Tegas ke China

KONFRONTASI-Asisten Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Kolonel Tom Hanson mendesak Australia untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap ekspansi militer China di Laut China Selatan (LCS).

Dengan meningkatnya ketegangan atas agresi China di wilayah perairan yang dipersengketakan, Kolonel Hanson juga menyatakan Australia perlu memilih antara aliansi jangka panjangnya dengan AS atau hubungan ekonominya dengan Beijing.

"Sangat sulit menjaga keseimbangan antara aliansi dengan AS dan hubungan ekonomi dengan China," katanya kepada Radio National, jaringan radio milik ABC.

"Pada titik tertentu akan menjadi sebuah pilihan mengenai siapa yang lebih vital bagi kepentingan nasional Australia, menurut pendapat saya," tambahnya.

Menjelang pertemuan G20 Summit di China pada akhir pekan ini, Kolonel Hanson meminta Australia untuk "mengeluarkan pernyataan" yang menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas regional di Asia Tenggara.

Angkatan Laut Australia secara berkala menjalankan apa yang disebut patroli kebebasan pelayaran di wilayah perairan yang dipersengketakan. Namun tak seperti AS, Australia tidak berlayar di dalam wilayah 12 mil laut dari pulau-pulau buatan China di wilayah itu.

"Saya kira Australia perlu mengeluarkan pernyataan tegas dan sejumlah aksi nyata yang menunjukkan perhatian dan komitmen mereka dalam menegakkan tata kehidupan internasional berbasis peraturan," ucapnya.

"Jelas sekali China percaya bahwa mereka memiliki kesempatan dan merasa bisa mencemooh hal itu, sehingga unjuk sikap dari pihak Australia akan ditunggu," tambahnya.

Dalam artikel opini yang dia tulis untuk Australian Security and Policy Institute pada Mei lalu, Kolonel Hanson meminta pemerintah untuk "bersikap lebih jelas dan tanpa pengecualian terhadap perluasan teritorial China". Dia memperingatkan perubahan lansekap strategis menjaid ancaman untuk memarginalkan Australia.[mr/trbn/ap]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA