15 August 2018

Sekutu Netanyahu Sebut Israel Punya Cukup Peluru untuk Semua Orang

KONFRONTASI-Seorang politisi senior Israel sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut militer negaranya mempunyai cukup peluru untuk semua orang. Komentarnya muncul saat negara Yahudi itu panen kecaman masyarakat internasional setelah pasukannya membunuh lebih dari 50 demonstran Palestina di Gaza yang memprotes pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.
 
Avi Dichter, anggota senior Partai Likud—partainya Netanyahu—membuat komentar kontroversial tersebut ketika berbicara dengan stasiun Hadashot TV pada Senin sore.

"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) memiliki cukup peluru untuk semua orang," kata Dichter, yang juga mantan direktur layanan keamanan internal Shin Bet, sebagaimana dikutip Times of Israel, Selasa (15/5/2018).

"Saya pikir pada akhirnya, sarana yang disiapkan IDF, apakah tidak mematikan, atau jika diperlukan, mematikan, dalam kasus di mana itu dibenarkan oleh peraturan penembakan terbuka—ada cukup amunisi untuk semua orang," ujarnya.

Dichter yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan di Knesset (Parlemen Israel) mengklaim bahwa IDF tidak akan membiarkan siapa pun menempatkan tentara dalam bahaya.

Setidaknya 52 demonstran Palestina, termasuk tujuh anak-anak, tewas oleh tembakan Israel selama demonstrasi pada hari pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Angka itu data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina.

Kedutaan Besar AS yang dibuka di Yerusalem merupakan pindahan dari kantor sebelumnya di Tel Aviv. Kantor diplomatik Amerika itu dipindah setelah Presiden Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Lebih dari 2.400 pemrotes terluka dalam insiden yang dianggap sebagai hari paling kejam dari Great March of Return selama enam minggu.

Amnesty International mengutuk keras militer Israel dalam insiden di Gaza. "Contoh mengerikan lain dari militer Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan dan amunisi tajam dengan cara yang sangat menyedihkan," kata Amnesty dalam sebuah pernyataan.

PBB juga menyerukan Israel untuk berhenti menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap demonstran Palestina. [mr/snd]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...