19 September 2019

AS Sebut ISIS Makin Cerdas dalam Bertempur

KONFRONTASI - Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey menyebut kelompok teroris ISIS menjadi lebih cerdas dan pintar dalam bertempur.

Menurut laporan Press TV, Senin (13/10/2014), Martin Dempsey kepada ABC News, menuturkan ISIS sekarang menjadi lebih cerdas dengan menggunakan perangkat elektronik. "Mereka tidak lagi mengibarkan bendera di sekitar konvoi besar. Mereka tidak membangun markas yang terdeteksi atau dapat diidentifikasi," ujarnya.

Menurutnya, musuh mulai beradaptasi dan mereka menjadi lebih sulit untuk diserang. Ini menjadi pekerjaan sulit bagi koalisi pimpinan Amerika untuk mengidentifikasi dan menargetkan militan. "Mereka tahu bagaimana cara bermanuver dan memanfaatkan penduduk untuk bersembunyi," jelas Dempsey.

Ketika ditanya apakah pasukan darat diperlukan untuk memerangi ISIS, Dempsey mengatakan mungkin di masa depan.

AS dan beberapa sekutu regional - Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Yordania dan Uni Emirat Arab - telah melakukan serangan udara terhadap militan ISIS di wilayah Suriah sejak 22 September, tanpa izin dari pemerintah Damaskus atau mandat PBB.

Kampanye udara di Suriah merupakan perpanjangan dari serangan udara AS di Irak yang diluncurkan sejak 8 Agustus.

Jenderal Dempsey menandaskan Irak merupakan fokus utama. "Irak fokus utama dalam kampanye melawan ISIS, karena kami memiliki mitra yang kredibel dalam pemerintahan Irak dan kami memiliki mitra yang kredibel di pasukan keamanan, tapi kami tidak punya mitra di Suriah," tambahnya.[rb/ian]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...