Saudi Tetap Buka Penyelenggaraan Haji dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

KONFRONTASI- Arab Saudi telah mengumumkan akan tetap menyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun, hanya warga Saudi atau warga asing yang tinggal di Saudi yang boleh melakukan ibadah haji tahun ini dan hanya dibatasi untuk 1.000 orang.

Selain pembatasan jumlah jamaah, Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga telah mengeluarkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin melaksanakan haji pada tahun ini.

Melansir Al Arabiya pada Rabu (24/6/2020), setidaknya ada tujuh syarat lain yang harus dipenuhi selain pembatasan jamaah. Syarat itu, pertama adalah semua jamaah akan menjalani pemeriksaan Covid-19 sebelum memasuki Makkah.

Kedua adalah hanya mereka yang berusia di bawah 65 yang akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Selanjutnya, semua jamaah akan diminta untuk mengkarantina diri setelah mereka menyelesaikan ritual haji.

"Semua pekerja dan relawan akan diuji sebelum ibadah haji dimulai. Status kesehatan semua peziarah akan dipantau setiap hari. Rumah sakit telah disiapkan untuk keadaan darurat yang terjadi selama prosesi haji dan Langkah-langkah jarak sosial akan ditegakkan," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Sebelumnya, Menteri Haji Saudi, Mohammad Benten mengatakan meski terbuka untuk warga asing yang sudah berada di Saudi, Riyadh sejauh ini belum menentukan berapa banyak warga Saudi yang akan diizinkan menjalani ibadah haji atau bagaimana proses pemilihannya.

Tetapi, Benten mengatakan pemerintah akan bekerja dengan berbagai misi diplomatik di Saudi untuk memilih jamaah haji asing yang tinggal di Saudi yang sesuai dengan kriteria kesehatan.[mr/snd]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...