Sadis, Bocah 14 Tahun Habisi Nyawa Mahasiswi di Dekat Kampusnya

Konfrontasi - Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun ditangkap dan didakwa atas kematian seorang mahasiswa universitas New York, Amerika Serikat (AS).

Tessa Majors (18), mahasiswa baru di Barnard College, diserang oleh tiga remaja saat berjalan melalui Morningside Park pada 11 Desember.

Taman itu memisahkan Barnard College yang bergengsi dengan Universitas Columbia dari Harlem, lingkungan yang didominasi kulit hitam di barat laut Manhattan.

Majors, yang berkulit putih, ditemukan di luar taman dengan kondisi berdarah-darah. Dia ditikam beberapa kali di bagian dada dan meninggal di rumah sakit.

Rashaun Weaver (14), yang berkulit hitam, dituduh menusuk Majors. Dia diburu selama beberapa pekan dan ditangkap pada Jumat malam.

Weaver akan diadili di pengadilan umum dengan tuduhan pembunuhan dan perampokan tingkat dua, menurut Jaksa Distrik Manhattan Cyrus Vance.

"Kami yakin bahwa kami punya orang yang ditahan yang menikamnya, dan orang itu akan menghadapi keadilan di pengadilan," kata kepala kepolisian New York, Dermot Shea, seperti dilaporkan AFP, Minggu (16/2/2020).

Vance mengatakan, para penyelidik memiliki bukti video dan DNA; dan menduga sebuah rekaman audio akan memberatkan pelaku.

Seorang kaki tangan yang diduga berusia 13 tahun juga didakwa, tetapi akan diadili di pengadilan anak-anak.

Peristiwa itu membangkitkan ingatan akan kasus "Central Park Five" 1989, ketika lima remaja berkulit hitam dan Hispanik dijatuhi hukuman penjara atas pemerkosaan dan penyerangan terhadap pelari perempuan kulit putih di taman yang terkenal itu.

"Kami sedang berurusan dengan anak berusia 14 tahun dan kami akan sangat berhati-hati untuk melindungi semua hak yang dia miliki saat kami melanjutkan kasus ini," kata Vance.

"Saya ingin warga New York tahu bahwa kita berkomitmen hari ini untuk keadilan dalam kasus ini, karena hanya proses yang adil akan menghasilkan keadilan sejati bagi Tessa Majors." (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA